Presiden Real Madrid Florentino Perez memanggil Kylian Mbappe untuk menghadiri pertemuan mendesak di markas klub.

Langkah ini diambil setelah sang penyerang melontarkan pernyataan kontroversial pascapertandingan melawan Real Oviedo pada Kamis malam.

>>> Badai Cedera Landa Galatasaray di Laga Pamungkas Liga Super Turki

Awalnya pertemuan direncanakan sebagai diskusi strategis masa depan olahraga klub. Namun, situasi berubah menjadi rapat krisis yang sangat ketat akibat memanasnya kondisi internal tim.

Manajemen Los Blancos merasa kendali mutlak mereka atas skuad terancam. Mereka memilih mengambil tindakan tegas demi memulihkan disiplin di ruang ganti.

Krisis Berawal dari Hubungan yang Retak

Dilansir dari media Spanyol AS, gejolak ini berakar dari rusaknya hubungan internal antara Mbappe, staf pelatih, dan sebagian anggota tim.

Suasana ruang ganti Real Madrid dilaporkan telah lama memanas dan terpecah belah.

Tim kehilangan kepemimpinan karena Mbappe dinilai semakin menjauh dari rekan-rekan setimnya. Krisis ini memuncak setelah kemenangan 2-0 atas Real Oviedo tidak mampu meredam ketegangan.

Mbappe justru berbicara di depan mikrofon dan memicu polemik media.

Penyerang asal Prancis tersebut secara terbuka mengungkapkan rasa kecewanya terhadap penurunan drastis performa tim pada paruh kedua musim 2025/2026.

"Kami memulai musim dengan baik, lalu kami kehilangan segalanya di paruh kedua musim," ujar Mbappe.

Pernyataan itu memicu analisis dari media olahraga Spanyol yang menilai kritik tajam tersebut ditujukan kepada rekan setimnya, Vinicius Junior, meskipun Mbappe tidak menyebut nama secara eksplisit.

Hubungan buruk disinyalir bermula saat Vinicius menunjukkan gestur emosional berlebihan ketika diganti dalam laga El Clasico pada Oktober silam.

Insiden itu kemudian merusak komunikasi di dalam skuad.