Sekolah Diminta Utamakan Komunikasi dengan Orang Tua

Guru BK menjelaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah beberapa kali memberikan teguran kepada para siswi. Namun peringatan itu dinilai tidak diindahkan sehingga dilakukan razia dan pemotongan rambut.

Dedi menilai langkah tersebut tidak tepat. Ia menegaskan sekolah semestinya lebih dahulu mengirimkan surat resmi kepada orang tua untuk membicarakan persoalan tersebut.

  • Sekolah diminta membuat teguran tertulis kepada wali murid.
  • Orang tua perlu dipanggil sebelum tindakan disiplin dilakukan.
  • Pembinaan siswa harus mengedepankan dialog.

Menurut Dedi, prosedur komunikasi dengan keluarga penting agar persoalan siswa tidak berkembang menjadi polemik yang berdampak psikologis.

>>> Guru Honorer Diusulkan Jadi ASN Menjelang Penghapusan Status pada 2027

KDM Singgung Karakter Jurusan Broadcasting

Dedi juga menyoroti latar belakang jurusan para siswi yang berasal dari bidang Broadcasting. Ia menilai karakter siswa kreatif kadang berkaitan dengan cara berekspresi, termasuk dalam penampilan.

Ia mencontohkan beberapa sekolah yang memberi ruang kebebasan berekspresi kepada siswa kreatif selama tidak mengganggu proses belajar maupun prestasi akademik.

Menurutnya, penampilan tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran kedisiplinan apabila siswa tetap aktif mengikuti pelajaran dan memiliki prestasi.

Guru BK Akui Kesalahan

Dalam pertemuan tersebut, guru BK akhirnya mengakui tindakannya keliru. Ia mengaku tidak memperkirakan pemotongan rambut itu menimbulkan tekanan psikologis terhadap siswi.

Sementara itu, salah satu siswi mengatakan alasan mereka menggunakan kosmetik dan mewarnai rambut semata-mata agar terlihat cantik.

Dedi kemudian meminta seluruh pihak menyelesaikan persoalan itu melalui dialog dan mengimbau para siswi agar tidak menyimpan dendam kepada guru.

Ia juga memastikan dugaan pelanggaran etik akan ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan internal kepegawaian.