Keputusan Hanny Kristianto menarik kembali sertifikat mualaf milik dokter Richard Lee membuat namanya kembali ramai dibicarakan.

Perbincangan itu meluas setelah dokumen yang semula diterbitkan sebagai bukti administratif keislaman Richard Lee dinyatakan tidak lagi berlaku oleh pihak yang menerbitkannya.

Hanny Kristianto, yang dikenal dengan sapaan Koh Hanny, bukan sosok baru di lingkungan pembinaan mualaf. Ia selama ini aktif mendampingi orang-orang yang baru memeluk Islam melalui berbagai kegiatan dakwah dan sosial.

Sertifikat Mualaf Richard Lee Jadi Sorotan

Polemik ini bermula dari penerbitan sertifikat mualaf untuk Richard Lee. Dokumen tersebut pada dasarnya berfungsi sebagai keterangan administratif bahwa seseorang telah mengucapkan syahadat dan memeluk Islam.

Namun setelah beberapa waktu, Hanny mengambil keputusan mencabut sertifikat itu. Langkah tersebut langsung memantik reaksi karena menyangkut figur publik dan berkaitan dengan isu agama yang sensitif di ruang publik.

Di media sosial, banyak warganet mempertanyakan dasar pencabutan dokumen tersebut. Sebagian menyoroti kewenangan pihak penerbit, sementara sebagian lain mempertanyakan dampaknya terhadap status keagamaan Richard Lee.

Alasan Sertifikat Dicabut

Hanny Kristianto menyebut pencabutan itu tidak menyasar keyakinan pribadi Richard Lee. Menurut penjelasannya, yang ditarik hanyalah dokumen administratif berupa sertifikat mualaf.

Salah satu alasan yang disampaikan adalah sertifikat tersebut dinilai tidak digunakan sebagaimana fungsi administratifnya. Dokumen itu, misalnya, tidak dipakai untuk memperbarui data agama pada KTP.

Data kependudukan Richard Lee juga disebut masih tercatat sebagai Katolik. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan ketidaksesuaian antara sertifikat mualaf dan identitas resmi yang tercatat pada dokumen kependudukan.

Hanny juga menyinggung kemungkinan penggunaan sertifikat dalam urusan hukum atau persidangan. Pencabutan dilakukan untuk mencegah dokumen itu dipakai di luar tujuan awal penerbitannya.