Selain aspek administrasi, ia menilai ada sikap dan pernyataan yang belum sejalan dengan posisi seseorang yang telah menyandang status mualaf.

Meski begitu, Hanny menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berarti mencabut keislaman seseorang. Keyakinan, dalam penjelasannya, tetap menjadi urusan pribadi Richard Lee.

Siapa Hanny Kristianto

Hanny Kristianto dikenal sebagai pendakwah dan aktivis sosial yang banyak bergerak dalam pendampingan mualaf di Indonesia.

Ia aktif dalam Mualaf Center Indonesia, organisasi yang berfokus membantu orang-orang yang baru masuk Islam agar mendapat bimbingan keagamaan dan dukungan sosial.

Selain terlibat dalam pembinaan mualaf, Hanny juga memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia disebut menjalankan usaha di bidang bahan bangunan dan otomotif.

Perpaduan aktivitas dakwah, kegiatan sosial, dan pengalaman bisnis membuat namanya cukup dikenal di komunitas mualaf. Dalam berbagai kesempatan, ia juga kerap tampil dalam ceramah dan konten dakwah di media sosial.

Perjalanan Hanny Sebelum Memeluk Islam

Hanny lahir pada 1977 dari keluarga keturunan Tionghoa. Sebelum memeluk Islam, ia dikenal pernah menjadi penginjil atau misionaris.

Perjalanan hidupnya berubah ketika ia mulai mempelajari Al-Qur’an. Semula, proses itu dilakukan untuk mencari kelemahan dalam ajaran Islam.

Namun dari proses membaca dan mempelajari itu, Hanny justru menemukan keyakinan baru. Pada Februari 2013 di Mojokerto, ia resmi memeluk Islam saat berusia sekitar 36 tahun.

Keputusan tersebut membawa konsekuensi besar. Ia sempat menghadapi penolakan keluarga, tekanan sosial, hingga kesulitan ekonomi.

Fase itu kemudian menjadi titik awal kiprahnya dalam kegiatan dakwah. Setelah melewati masa sulit, Hanny mulai memberi perhatian khusus kepada para mualaf yang membutuhkan pendampingan setelah berpindah agama.

Aktif Membina Mualaf dan Kegiatan Sosial