Dalam perjalanannya, Hanny tidak hanya aktif melalui Mualaf Center Indonesia. Ia juga mendirikan Ikhlaas Foundation, lembaga sosial yang fokus pada pendampingan mualaf.

Melalui lembaga dan jejaring dakwahnya, ia terlibat dalam pembinaan spiritual, pendampingan sosial, pengelolaan masjid, hingga kegiatan keagamaan lainnya.

Gaya bicaranya yang tegas membuat Hanny dikenal luas. Namun gaya yang sama juga membuatnya kerap menuai pro dan kontra, terutama saat menyikapi isu-isu keagamaan yang menjadi perhatian publik.

Sebagai figur publik di lingkungan dakwah, Hanny beberapa kali menyampaikan kritik terkait pengelolaan lembaga keagamaan maupun kasus yang menyita perhatian masyarakat.

Kasus pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee menempatkan namanya kembali dalam arus perdebatan publik. Bagi Hanny, keputusan itu berada pada ranah dokumen dan administrasi, bukan pada penilaian atas iman seseorang.