Ketegangan emosional tersebut berjalan beriringan dengan situasi sosial politik saat itu. Gerakan mahasiswa yang memuncak pada 1997 menjadi latar penting yang memengaruhi keputusan Dilan.

Tekanan dari demonstrasi dan tuntutan perubahan membuat Dilan harus menyeimbangkan idealisme dengan kehidupan pribadinya, menciptakan konflik yang terasa dekat dengan realitas.

Nuansa Musik dan Sentuhan Nostalgia

Film ini juga diperkuat oleh kontribusi musik dari Ariel Noah melalui lagu "Dulu Kita Masih Remaja" yang dihadirkan ulang dengan aransemen lebih dewasa.

Sementara itu, penulisan naskah yang digarap oleh Pidi Baiq bersama Adhitya Mulya dan Ninit Yunita menjaga karakter dialog tetap puitis, namun relevan dengan kondisi yang dihadapi para tokohnya.

Dengan perpaduan kisah cinta, dinamika kampus, dan latar sejarah, Dilan ITB 1997 menawarkan pengalaman sinematik yang lebih matang dan reflektif.