Perbincangan mengenai dugaan pelanggaran penggunaan foto model oleh sebuah brand fashion ternama tengah ramai di media sosial.

Isu ini mencuat setelah unggahan warganet yang menyoroti penggunaan foto tanpa persetujuan untuk kebutuhan di luar kesepakatan awal.

Penggunaan Foto Disebut Melewati Kesepakatan

Seorang pengguna media sosial mengaku wajahnya dipasang di sejumlah toko fisik milik brand tersebut tanpa pemberitahuan.

Padahal, menurut penuturannya, izin yang diberikan sebelumnya hanya mencakup penggunaan untuk konten digital dan media sosial.

Ia baru mengetahui hal tersebut setelah hampir satu bulan, tepatnya 28 hari sejak foto tersebut dipasang di toko.

Mengetahui dari Orang Terdekat

Informasi itu justru ia peroleh dari keluarga dan teman yang melihat fotonya terpampang di dalam toko.

Hal ini memicu kekecewaan karena tidak ada komunikasi lanjutan dari pihak brand terkait perubahan penggunaan materi tersebut.

Protes Soal Kompensasi

Selain persoalan izin, model tersebut juga menyoroti nilai pembayaran yang dianggap tidak sesuai.

  • Kompensasi disebut hanya 10 hingga 20 persen dari tarif normal
  • Foto telah digunakan selama hampir satu bulan
  • Materi ditampilkan di sekitar 10 toko berbeda

Kondisi tersebut dinilai merendahkan, terlebih brand yang terlibat dikenal memiliki citra besar di industri fashion.

Viral dan Tuai Reaksi Warganet

Unggahan terkait kasus ini cepat menyebar dan menarik perhatian ratusan ribu pengguna media sosial.

Beragam komentar bermunculan, mulai dari kritik terhadap brand hingga dorongan agar persoalan ini ditindaklanjuti secara hukum.

Sejumlah warganet bahkan mengklaim dapat menebak identitas brand dari tampilan toko yang beredar dalam unggahan tersebut.

>>> Hasil ONE Samurai 1 29 April 2026 Daftar Pemenang dan Laga Rodtang vs Takeru 2

Isu Kontrak dan Profesionalitas Disorot

Kasus ini memicu diskusi lebih luas mengenai pentingnya kejelasan kontrak dalam kerja sama antara model dan brand.

Penggunaan materi di luar kesepakatan dinilai sebagai pelanggaran profesional yang dapat berdampak pada reputasi perusahaan.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak brand terkait tudingan tersebut.