PBB dan 22 Jaksa Agung Negara Bagian AS Desak Investigasi Kematian di Tahanan ICE
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan 22 jaksa agung negara bagian Amerika Serikat mendesak investigasi segera serta pembatalan kebijakan menyusul lonjakan kematian migran di fasilitas Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Data resmi yang dilaporkan Univision menunjukkan 18 orang meninggal dalam tahanan ICE selama lima bulan pertama tahun 2026, dengan satu kematian tambahan tercatat pada Juni.
>>> Stewart Cink Pimpin Klasemen Final U.S. Senior Open 2026
Human Rights Watch dan Physicians for Human Rights melaporkan tingkat kematian tahunan mencapai 8,4 per 10.000 tahanan, hampir dua kali lipat puncak selama tahun pertama pandemi COVID-19.
Seruan PBB untuk Investigasi Independen
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk menyerukan penyelidikan independen atas kematian tersebut, menyebut angka yang meningkat sebagai hal yang mengkhawatirkan.
Türk mencatat bahwa fasilitas yang padat sering mengalami wabah epidemi serta akses makanan dan layanan kesehatan yang tidak memadai.
"Saya menyerukan investigasi yang cepat, independen, tidak memihak, dan efektif terhadap semua kematian dalam tahanan ICE. Mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran hukum harus dimintai pertanggungjawaban," ujar Türk.
Ia menekankan bahwa sistem penahanan migran AS saat ini menampung lebih dari 60.000 orang, dibandingkan sekitar 40.000 pada awal 2025.
Otoritas berencana meningkatkan kapasitas total menjadi 90.000 tempat tidur pada akhir 2026.
>>> Ubisoft Konfirmasi 'Rayman Legends Retold' Launch Edition Hanya Tersedia Satu Hari
"Kurangnya transparansi dan kejelasan mengenai keadaan kematian dalam tahanan ini melemahkan kewajiban untuk memberikan akuntabilitas," tambah Türk.
Tuntutan Jaksa Agung Negara Bagian
Jaksa Agung Arizona Kris Mayes bergabung dengan 21 jaksa agung negara bagian lainnya dalam surat bersama yang menentang kebijakan federal baru.
Update Terbaru
Pesta Gol Timnas Indonesia Berkat Aksi Impresif Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 01:22 WIB
Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Nissan Dayz Model Terbaru di Jepang Kini Semakin Aman Berkat Fitur Keselamatan
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB







