Arkeolog berhasil menemukan sebuah pemukiman era Bizantium yang hilang di Oasis Dakhla, Mesir.

Temuan ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan perkotaan di Mesir pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi.

>>> Pesan Lionel Messi untuk Kiper Cape Verde Vozinha Usai Duel Sengit

Penggalian dilakukan di situs arkeologi Ain Al-Sabil, New Valley Governorate, oleh misi dari Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir.

Tim menemukan jaringan jalan terorganisir, sebuah basilika Kristen, dua menara pengawas, struktur benteng, dan rumah-rumah dari batu bata lumpur.

Kota ini dibangun di sekitar jalan-jalan lebar utara-selatan yang berpotongan dengan jalan timur-barat, menciptakan ruang publik terbuka.

Pusat kota berupa basilika Kristen abad ke-4 yang menghadap salah satu jalan utama.

Selain itu, ditemukan infrastruktur domestik seperti oven roti, dapur, dan instalasi penggilingan biji-bijian. Bangunan paling menonjol adalah rumah seorang pendeta bernama Tisos dan rumah Tabibos.

>>> Loud Budgeting: Tren Gen Z Kelola Uang dengan Terbuka

Temuan Penting: Ostraca dan Koin

Salah satu temuan terpenting adalah hampir 200 ostraca, yaitu pecahan tembikar yang digunakan sebagai media tulis. Ostraca tersebut bertuliskan aksara Koptik dan Yunani.

Teks-teks itu mencatat transaksi bisnis, kontrak komersial, dan korespondensi pribadi. Ini memberikan bukti langka tentang organisasi ekonomi dan sosial kota.

Arkeolog juga menemukan koleksi besar koin perunggu yang terawat baik dengan potret kaisar Bizantium, serta koin emas dari masa pemerintahan Constantius II.

Temuan ini membantu menentukan kronologi pendudukan situs.

Menurut Dewan Tertinggi Kepurbakalaan, penemuan ini merupakan salah satu pemukiman Bizantium paling signifikan yang ditemukan di Gurun Barat Mesir.

>>> Pakistan Hadapi Tantangan Keamanan Pangan usai Penolakan Beras oleh UE

Ini juga menjadi bukti kehidupan di Oasis Dakhla pada masa itu.