Di balik rutinitas mengasuh anak, banyak orang tua mengalami kelelahan fisik, mental, dan emosional. Kondisi ini dikenal sebagai parenting burnout.

Setiap hari, orang tua menjalankan berbagai peran dan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan anak. Akibatnya, kebutuhan diri sendiri kerap dikesampingkan.

>>> Maliq & D'Essentials Terharu Nonton Musikal Senja Teduh Pelita

Tekanan yang terus menumpuk dapat membuat emosi lebih sulit dikendalikan. Aktivitas sehari-hari pun terasa semakin berat.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas pengasuhan dan keharmonisan keluarga. Penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.

Tanda Parenting Burnout yang Perlu Diwaspadai

Dilansir dari Pediatric Associates, berikut lima tanda orang tua mengalami parenting burnout tanpa menyadarinya.

1. Kelelahan fisik dan mental berkepanjangan.

Merasa lelah setelah mengurus anak adalah hal normal. Namun, jika rasa lelah tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat, bisa jadi itu tanda burnout.

Tanggung jawab parenting tidak pernah benar-benar berhenti.

Kesibukan bekerja, mengurus rumah, mengantar anak, dan kurangnya waktu pribadi membuat tubuh dan pikiran terus bekerja tanpa jeda.

Pada beberapa orang, burnout juga menyebabkan sulit tidur atau sering terbangun di malam hari. Akibatnya, tubuh tidak memperoleh waktu pemulihan yang cukup.

2. Mudah marah dan kehilangan kesabaran terhadap anak.

Jika Anda lebih sering membentak anak karena hal kecil, jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Ini bisa menjadi sinyal kapasitas emosional menurun akibat kelelahan.

Ketika burnout terjadi, orang tua cenderung bereaksi impulsif tanpa sempat mengendalikan emosi.

Penyebabnya antara lain jadwal padat, kurang tidur, pola makan tidak teratur, sulit berkata 'tidak', dan stres dari masalah lain.

Memberikan ruang istirahat dan menetapkan batasan dalam aktivitas sehari-hari dapat membantu mengurangi tekanan tersebut.