Banyak orang tua merasa bingung ketika anak sulit mengucapkan maaf. Kekhawatiran muncul karena kebiasaan ini bisa terbawa hingga dewasa.

Sebenarnya, kondisi tersebut wajar terjadi. Mengutip laman Mellownest, anak masih memiliki theory of mind yang belum berkembang optimal.

>>> Update Top Skor Piala Dunia 2026: Oyarzabal Muncul Ramaikan Persaingan

Theory of mind adalah kemampuan anak memahami sudut pandang, pikiran, dan perasaan orang lain. Kemampuan berempati ini umumnya mulai berkembang pada usia 4 hingga 5 tahun.

Selain faktor perkembangan, lingkungan dan pola asuh orang tua juga berperan penting. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan orang tua justru membuat anak sulit meminta maaf secara tulus.

Kebiasaan Orang Tua yang Menghambat Anak Berkata Maaf

Berikut lima kebiasaan orang tua yang dapat membuat anak sulit mengucapkan maaf.

1. Tidak memberikan contoh yang baik.

Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jika orang tua jarang mengakui kesalahan atau enggan meminta maaf, anak akan menganggap permintaan maaf tidak penting.

Sebaliknya, ketika orang tua berani meminta maaf dengan tulus dan memperbaiki kesalahan melalui tindakan, anak memiliki contoh nyata tentang tanggung jawab.

2. Tidak berperan sebagai penengah saat konflik.

Saat anak bertengkar, sebagian orang tua langsung memihak atau menyuruh anak minta maaf tanpa mencari tahu penyebabnya.

Menurut pendekatan Montessori, orang dewasa sebaiknya menjadi penengah netral. Ajak kedua anak berdiskusi tentang apa yang terjadi dan perasaan masing-masing.

Cara ini membantu anak belajar memahami sudut pandang orang lain dan mengembangkan empati secara alami.

3. Memaksa anak mengucapkan 'maaf' saat itu juga.

>>> Pengamat Ungkap Alasan IHSG Naik tapi Asing Masih Enggan Masuk