Banyak orang tua langsung berkata, "Ayo bilang maaf sekarang!" saat anak melakukan kesalahan.

Cara ini kurang tepat.

Memaksa anak meminta maaf belum tentu membuat mereka memahami arti permintaan maaf. Anak bisa menganggap kata 'maaf' hanya formalitas untuk mengakhiri masalah.

Sebaiknya, bantu anak memahami dampak perbuatannya terlebih dahulu. Beri kesempatan anak meminta maaf ketika ia benar-benar mengerti mengapa tindakannya menyakiti orang lain.

4. Menggunakan nada keras atau mempermalukan anak di depan orang lain.

Kebiasaan ini membuat anak fokus pada rasa takut dan malu, bukan menyesali perbuatannya.

Akibatnya, permintaan maaf yang diucapkan menjadi tidak tulus dan hanya bertujuan menghentikan kemarahan orang tua.

5. Langsung menghukum tanpa mengajak anak berdiskusi.

Hukuman sebaiknya bukan respons pertama setiap kali anak melakukan kesalahan.

Ajak anak berdiskusi tentang apa yang terjadi, bagaimana perasaan orang yang dirugikan, dan apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan.

>>> Innalillahi! Sebening Cinta Kembali Merosot, Inilah Program Acara dengan Rating Terbaik Hari ini 3 Juli 2026

Cara ini mendorong anak belajar bahwa meminta maaf bukan sekadar kata, tetapi bentuk tanggung jawab untuk memperbaiki hubungan.