"Tolong saudaraku, sahabatku, jangan diatasnamakan masyarakat di sini bahwa tidak setuju dengan kegiatan cetak sawah.

Karena ternyata begitu kami hadir, itu membuahkan hasil, pendapatannya naik 300 persen dan malah bahkan meminta lagi cetak sawah," ujarnya.

Ia kembali menegaskan seluruh lahan hasil cetak sawah di Merauke maupun wilayah Papua lainnya akan tetap menjadi hak masyarakat setempat.

"Semua lahan dicetak adalah milik rakyat, milik masyarakat putra daerah di Merauke, Papua Selatan ini.

Begitu pula daerah Papua lainnya, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah juga meminta cetak sawah. Itu milik rakyat semua," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan daerahnya memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar.

Dari total sekitar 4,6 juta hektare wilayah Merauke, sekitar 1,2 juta hektare disiapkan untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif.

Menurut Yoseph, program cetak sawah rakyat yang dimulai tahun lalu telah mencakup sekitar 17 ribu hektare.

Sebanyak 3.000 hektare di antaranya telah ditanami, sementara perluasan tanam akan terus dilakukan pada tahun ini.

Ia menambahkan terdapat 12 distrik di Merauke yang kini menjalankan program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan.

Dengan pengembangan tersebut, pemerintah daerah menargetkan produksi padi di Merauke dapat melonjak hingga 300 persen.

>>> Ali Khamenei Akan Dimakamkan di Kompleks Situs Warisan UNESCO

"Kalau kita kalkulasi, maka produksi pertanian kita di Kabupaten Merauke akan meningkat, bukan hanya 100 persen, tetapi hingga 300 persen," kata Yoseph.