Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh lahan yang dibuka melalui program cetak sawah di Papua, termasuk di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, tetap menjadi milik masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Tanam Padi Bersama di Lahan Cetak Sawah Rakyat di Merauke, Sabtu (4/7).

>>> Dokter di JxB Ungkap Ciri Kulit Sehat, Bukan Sekadar Glowing

"Ini bantuan turun ini (para petani yang) minta ya, ini tidak rekayasa.

Seluruh saudaraku, seluruh sebangsa setanah air, rakyat kita, saudara kita di Papua Selatan ini yang meminta untuk bantuan cetak sawah," kata Amran.

Ia menambahkan, "Bukan program dipaksakan. Kenapa?

Empowering. Kita berdayakan.

Itu milik rakyat semua yang dicetak ini, milik Bapak (petani) semua."

Amran menegaskan pemerintah tidak memiliki lahan hasil program cetak sawah tersebut. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui perluasan lahan dan dukungan alat mesin pertanian.

"Tidak ada punya pemerintah, kita ingin masyarakat tani sejahtera seluruh Indonesia," ujarnya.

Program cetak sawah yang dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil di lapangan.

Berdasarkan data yang diverifikasi Kementerian Pertanian, pendapatan petani di kawasan tersebut meningkat hingga 300 persen.

"Alhamdulillah program Bapak Presiden (Prabowo) yang diperintahkan kami adalah cetak sawah, itu milik rakyat. Kemudian dengan alat mesin pertanian membuahkan hasil.

Tadi Pak Bupati menyampaikan dalam pidatonya dan kami mengecek data, meningkat pendapatannya 300 persen," kata Amran.

Amran juga menyebut masyarakat di Merauke kini kembali mengusulkan penambahan areal cetak sawah.

>>> Jadwal Siaran Langsung Kanada vs Maroko di 16 Besar Piala Dunia 2026

Salah satunya dari warga Kampung Urumb, Semangga yang meminta pembukaan sekitar 2.000 hektare lahan baru.