14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai memverifikasi 14 layanan digital milik Apple di Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh fitur memenuhi standar perlindungan anak sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
>>> Harga HP Naik? Ini Tips David Gadgetin Agar Tetap Untung
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan Apple telah menyerahkan dokumen terkait berbagai layanan yang akan dievaluasi.
"Empat belas layanan dan fitur produk Apple telah disampaikan kepada kami," ujarnya dalam pertemuan dengan Managing Director Apple Asia Pacific, Mike Orgill, di Kantor Kementerian Komdigi.
Layanan yang masuk dalam proses verifikasi meliputi iMessage, Safari, Siri, Apple Music, Apple TV, serta sejumlah produk lain di ekosistem Apple.
Pendekatan Berbasis Risiko
Dalam evaluasi tersebut, Komdigi menerapkan pendekatan berbasis risiko (risk-based approach). Setiap layanan dinilai secara terpisah berdasarkan karakteristik, fitur, dan potensi dampaknya terhadap anak.
Menurut Meutya, pendekatan ini dipilih untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan anak dan inovasi teknologi.
>>> JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming untuk Semua Level
"Kami ingin sungguh-sungguh melindungi anak-anak Indonesia, tetapi tetap membuka ruang bagi inovasi dan investasi selama perusahaan menghormati hukum Indonesia," jelasnya.
Indonesia memiliki sekitar 70 juta anak di bawah 16 tahun dan 85 juta anak di bawah 18 tahun yang aktif mengakses layanan digital.
Fitur Keamanan Baru Apple
Menanggapi proses verifikasi, Mike Orgill menegaskan bahwa perlindungan anak telah menjadi prioritas Apple secara global.
Perusahaan telah mengembangkan fitur keamanan baru yang akan diperkenalkan melalui pembaruan sistem operasi akhir tahun ini.
>>> Xiaomi Perkuat Ekosistem Redmi di Indonesia dengan Tablet hingga Smartwatch Baru
Fitur tersebut mencakup peningkatan parental controls, deteksi konten sensitif seperti ketelanjangan, kekerasan, dan adegan berdarah (gore), serta penguatan Child Account untuk memantau aktivitas digital anak.
Update Terbaru
Hugh Grant dan Anna Eberstein Hadiri Resepsi Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce di New York
Sabtu / 04-07-2026, 17:34 WIB
Apa Itu ByteDance? Perusahaan Induk TikTok yang Dikaitkan dengan Isu PHK Karyawan Tokopedia
Sabtu / 04-07-2026, 17:30 WIB
Pelatih Cape Verde Bangga Meski Gagal Kalahkan Argentina di Piala Dunia
Sabtu / 04-07-2026, 17:27 WIB
Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate hingga 5 Juli
Sabtu / 04-07-2026, 17:27 WIB
KNEKS Dukung Rencana Sumbar Terbitkan Sukuk Daerah
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
Petani Merauke Keluhkan Solar, Mentan Amran Langsung Telepon Pertamina
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
Dua Pelanggaran Keras, Romero Bersih Kartu di Argentina vs Cape Verde
Sabtu / 04-07-2026, 17:22 WIB
KPK Evaluasi OTT Langkat dan Kuansing yang Diduga Bocor
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Indonesia Kirim Dubes untuk Beri Penghormatan ke Jenazah Ali Khamenei
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Putri Tanjung Pastikan JxB 2026 Ramah untuk Pria dan Keluarga
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Meta Klaim Model AI Terbaru Watermelon Mulai Dekati Kemampuan ChatGPT
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Pertamina Salurkan Paket Sekolah untuk Ratusan Anak di Banyuwangi
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Gagal di Piala Dunia 2026, Pemain Uruguay Pulang Naik Mobil Bak
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB
Merauke Jadi Lumbung Pangan, Amran Targetkan Nilai Produksi Rp13 Triliun
Sabtu / 04-07-2026, 17:21 WIB







