Untuk membuktikan adanya under-invoicing, aparat penegak hukum harus memiliki sejumlah bukti pendukung, yaitu data cermin (mirror data) yang menunjukkan nilai impor di negara tujuan jauh lebih tinggi dibanding nilai ekspor dari Indonesia, jejak aliran dana (financial trail) yang membuktikan adanya pembayaran selisih dana ke rekening pihak ketiga termasuk di yurisdiksi offshore, serta dokumen ganda berupa faktur komersial asli dan faktur yang digunakan untuk kepentingan kepabeanan.

"Tanpa bukti aliran dana dan dokumen ganda, perbedaan harga hanyalah sengketa valuasi perdata, bukan pidana," tegasnya.

Sudarsono menilai praktik under-invoicing dapat terjadi karena adanya kolusi antara eksportir dan importir yang didukung dokumen ganda serta aliran dana ke rekening luar negeri.

Karena itu, ia menilai model ekspor satu pintu melalui DSI hanya akan efektif apabila lembaga tersebut memiliki kewenangan nyata untuk memutus mata rantai kolusi, misalnya menjadi satu-satunya pihak yang menerima pembayaran devisa dari pembeli luar negeri.

Namun, ia mengingatkan adanya risiko apabila DSI hanya berfungsi sebagai pelengkap administrasi tanpa kemampuan investigasi.

"Pertanyaan kuncinya, apakah DSI dilengkapi dengan kewenangan dan kapasitas forensik untuk mengaudit transaksi, atau hanya menjadi perantara dagang baru?

Jika yang kedua, maka DSI berisiko menjadi birokrasi baru yang justru memperlambat ekspor," katanya.

Selain aspek tata kelola ekspor, Sudarsono mengingatkan bahwa perubahan mekanisme ekspor juga dapat berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani sawit.

Ia menyebut sekitar 40 persen lahan sawit di Indonesia dimiliki petani rakyat yang melibatkan lebih dari 21 juta jiwa.

Harga tandan buah segar (TBS) sangat bergantung pada harga CPO di pasar global.

Menurut dia, apabila sentralisasi ekspor menyebabkan proses perdagangan menjadi lebih lambat atau membuat pembeli beralih ke negara lain, harga CPO dapat tertekan.

Penurunan harga CPO sebesar 10–20 persen akan langsung menurunkan harga TBS di tingkat petani.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat jutaan petani mengalami kerugian, menurunkan kemampuan produksi, hingga meningkatkan risiko kemiskinan di daerah sentra sawit.

>>> Daftar Program ANTV Minggu, 5 Juli 2026 Ada Mega Bollywood Yeh Jawaani Hai Deewani, Antara Cinta dan Dusta, Doriyaann, Series Thanak, Sayali, Vasudha, Teri Meri plus Link

"Ini akan memicu guncangan sosial-ekonomi yang masif di daerah," ujar Sudarsono.