Kementerian Koperasi mulai mendorong koperasi sawit naik kelas dari pengelola kebun menjadi pelaku industri.

Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk membangun ekosistem sawit terpadu, termasuk pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) milik koperasi.

>>> Hyundai Bawa Mobil Listrik 7 Seater Buatan RI ke GIIAS 2026

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kerja sama tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Tujuannya memperkuat posisi tawar petani sawit melalui kelembagaan koperasi, baik di sektor hulu maupun hilir.

Pemerintah akan membangun model kemitraan dengan Agrinas sebagai perusahaan inti, sedangkan koperasi sawit berperan sebagai plasma. Sedikitnya 20 persen lahan produktif nantinya akan dikelola koperasi.

"Sebuah ironi jika masyarakat petani punya sawit, tapi mereka harus antre minyak goreng. Koperasi adalah instrumen untuk menjadikan tata niaga sawit lebih adil.

Kita akan dampingi agar mereka profesional dan mandiri," ujar Ferry dalam keterangan resmi, Jumat (3/7).

Pabrik CPO Perdana di Musi Banyuasin

Sebagai langkah awal, Kementerian Koperasi akan meresmikan pabrik CPO milik koperasi di Musi Banyuasin pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang.

Ferry optimistis keterlibatan koperasi dalam industri sawit akan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, koperasi kini memiliki kapasitas yang cukup untuk masuk ke sektor pengolahan hingga produk hilir.

"Koperasi sekarang masuk ke proses produksi, punya pabrik CPO sendiri, hingga produk turunan seperti minyak goreng atau minyak makan merah yang nantinya dijual kembali di koperasi desa.

>>> Daftar 13 Tim Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Ini adalah bentuk kedaulatan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Muhammad Abdul Ghani mengatakan perusahaannya mendapat penugasan mengelola lahan sawit seluas 850 ribu hektare.