Dalam video yang dilansir dari akun YouTube MK, dosen tetap non-ASN Unair ini mengaku pertama kali menjadi dosen pada 2010 di Universitas Lancang Kuning dengan gaji Rp1.200.000 per bulan.

Ia kemudian melanjutkan studi pada 2016 di Macquarie University, Australia. Empat tahun kemudian, pada 2020, Cenuk mengaku sudah mengantongi sertifikasi dosen (serdos).

"Tahun 2022 saya pindah menjadi dosen di Universitas Airlangga," kata Cenuk.

Di kampus negeri di Surabaya itu, Cenuk mengaku pertama kali digaji Rp2.600.000, nominal yang sama yang diterimanya hingga saat ini.

"Artinya setelah belasan tahun berkarier sebagai dosen, menempuh pendidikan doktor dan mendapatkan Serdos-sertifikasi pendidik, penghasilan dasar saya sebagai dosen tetap masih berada pada tingkat yang sangat terbatas," kata Cenuk.

Terakhir, Cenuk mengaku menerima gaji Rp3.300.000 yang terdiri dari Rp2.600.000 gaji pokok ditambah tunjangan profesi lektor, uang makan, hingga uang beras.

Tanggapan Mantan Rektor

Mantan Rektor Unair 2015-2025, Mohammad Nasih, turut buka suara melalui akun Instagram resminya @mohnasihunair. Ia memaparkan rincian komponen gaji dosen non-PNS pemula di Unair pada 2025 dan 2026.

>>> 5 Zodiak Paling Tenang saat Situasi Genting, Jago Hadapi Tekanan

Nasih mengatakan dosen non-PNS pemula di Unair mendapatkan gaji dan tunjangan sebesar Rp10,5 juta, meliputi gaji dan tunjangan fungsional, tambahan tunjangan fungsional, tunjangan sertifikasi dosen (serdos), serta uang makan.

Selain itu, terdapat honor dan insentif sebesar Rp5,5 juta yang mencakup pengajaran, penelitian, publikasi buku, publikasi artikel, inovasi dan pengembangan, hingga pengabdian masyarakat.

Total keseluruhan mencapai Rp16 juta.

"Gaji dosen non PNS baru Unair memang tidak banyak, tapi juga tidak sebegitunya," tulis Nasih.