Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Sugihardjo mengusulkan tarif berlangganan Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan.

Usulan ini disampaikan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler menjadi Rp5.000 untuk seluruh layanan terintegrasi, termasuk BRT, non-BRT, dan Mikrotrans.

>>> MK Putuskan Dana Pensiun Sukarela Bisa Dicairkan Sekaligus

Menurut Sugihardjo, skema tarif langganan dapat memberikan penghematan bagi pengguna rutin.

Ia mencontohkan, pekerja yang menggunakan Transjakarta untuk berangkat dan pulang kerja selama 25 hari sebulan akan mengeluarkan Rp10.000 per hari atau Rp250.000 per bulan jika membayar tarif harian.

Dengan paket langganan Rp200.000, pengguna bisa menghemat sekitar 20 persen. "Kita mendorong tarif langganan.

Kan di luar negeri banyak tuh langganan," ujar Sugihardjo usai pelantikan pengurus DTKJ periode 2026-2029 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, besaran Rp200.000 dihitung berdasarkan pola perjalanan pekerja selama 25 hari kerja.

Tarif reguler Rp5.000 per perjalanan berarti Rp10.000 per hari, sehingga dalam sebulan mencapai Rp250.000. "Jadi kalau orang yang bekerja hitungannya sehari sebulan 25 hari kerja.

Itu tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang, udah Rp10.000. Kan jadi kali 25 hari berapa?

Rp250.000," kata Sugihardjo.

>>> OxygenOS dan Realme UI Dihapus, HP OnePlus dan Realme Bakal Pakai ColorOS

Sistem tarif berlangganan telah diterapkan di berbagai negara dan dinilai mampu mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

DTKJ masih mengkaji sejumlah skema, termasuk paket dengan masa berlaku lebih singkat seperti satu minggu atau dua minggu.

Sugihardjo mengatakan skema tersebut dapat mengakomodasi masyarakat yang tidak menggunakan transportasi umum setiap hari, termasuk wisatawan.

"Saya bilang kalau untuk bulanan memang standardnya 25 (hari), tapi bagi mereka yang nggak sampai segitu dari masukan itu dan barangkali ada wisatawan kita mengenalkan juga tarif nanti yang kita usulkan untuk langganannya seminggu atau dua minggu supaya lebih murah," ujarnya.

Usulan tarif langganan masih menjadi bagian dari kajian DTKJ mengenai penyederhanaan sistem tarif transportasi umum di Jakarta.

Pembahasan akan dilakukan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, operator transportasi, dan pemangku kepentingan lainnya sebelum diputuskan.

Tujuan utama kebijakan ini bukan hanya memberikan keringanan biaya bagi pengguna rutin, tetapi juga meningkatkan daya tarik transportasi umum.

>>> Gaya Ines Garcia, Pacar Lamine Yamal, Pakai Jersey Crop Top di Piala Dunia

Diharapkan semakin banyak masyarakat memilih Transjakarta dibandingkan kendaraan pribadi.