Makeup patchy adalah kondisi ketika produk makeup seperti foundation, cushion, concealer, atau skin tint tidak menempel secara merata di kulit.

Akibatnya, sebagian area wajah terlihat mulus, sementara bagian lain tampak bergaris, mengelupas, menggumpal, atau seperti pecah.

>>> BTSE Masuk Indonesia Lewat Joint Venture, Targetkan Kota Lapis Kedua

Istilah patchy berarti tidak merata atau muncul dalam bercak-bercak. Dalam dunia makeup, kondisi ini membuat hasil riasan kurang halus dan tampilan wajah kurang flawless.

Masalah ini tidak selalu disebabkan oleh kualitas produk. Sering kali, makeup patchy terjadi karena kondisi kulit atau cara penggunaan yang kurang sesuai.

Penyebab Makeup Patchy

1. Kulit Terlalu Kering.

Kulit yang kekurangan kelembapan menjadi penyebab paling umum. Area kering membuat foundation sulit menempel sehingga hasilnya tampak pecah atau mengelupas.

Penggunaan pelembap sebelum makeup sangat penting untuk menciptakan permukaan kulit yang lebih halus.

2. Penumpukan Sel Kulit Mati.

Sel kulit mati yang tidak dibersihkan membuat tekstur wajah kasar. Saat foundation diaplikasikan, produk menempel pada bagian tersebut sehingga hasilnya tidak rata.

Eksfoliasi secara rutin dapat membantu mengangkat sel kulit mati sehingga makeup lebih mudah menyatu dengan kulit.

3. Pemilihan Produk yang Tidak Cocok.

Menggunakan foundation dengan formula yang tidak sesuai jenis kulit, misalnya terlalu matte untuk kulit kering, dapat memperparah patchy.

4. Teknik Aplikasi yang Salah.

Mengaplikasikan produk dengan gerakan menggosok atau menggunakan alat yang kotor bisa menyebabkan makeup tidak merata.

>>> Keluarga Adik Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 Miliar

5. Kurangnya Primer.

Primer berfungsi meratakan permukaan kulit dan membantu makeup menempel lebih baik. Tanpa primer, risiko patchy meningkat.