Ia mengaku kesulitan memperoleh informasi saat meminta daftar aset BLBI yang telah menjadi milik negara.

"Lima menit nggak keluar gambarnya, nggak keluar angkanya. Artinya belum ada.

Gimana kita bisa mengelola aset seperti itu," ungkap dia.

Selain digitalisasi, Purbaya mengaku sering menerima keluhan mengenai pelayanan DJKN.

Menurutnya, sejumlah kementerian hingga pihak eksternal menilai proses administrasi di lembaga tersebut masih terlalu berbelit.

"Terus terang saya banyak mendapat protes dari kementerian-kementerian lain dan pihak luar selama ini. Katanya kalau masuk ke DJKN pasti kusut, nggak selesai," terangnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran DJKN segera mempercepat transformasi kelembagaan, terutama melalui digitalisasi sistem serta pembenahan tata kelola aset negara.

Purbaya berharap langkah tersebut dapat membuat pengelolaan aset negara lebih efektif dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

>>> Hyundai Siapkan EV 7-Seater Produksi Lokal, Stargazer Jadi Kandidat

"Kita harus memperbaiki terus ke depannya," tegas Purbaya.