Ia kemudian didiagnosis PTSD dan menekankan bahwa perempuan kulit hitam mengalami hasil perawatan maternitas yang jauh lebih buruk.

Chinasa Ezugha, profesor seni dari London, melahirkan anak ketiganya pada 2025 dan secara aktif ditolak epidural meskipun memintanya.

Bidan menolak permintaannya dengan alasan Ezugha baik-baik saja tanpa epidural, dan bersikap acuh selama persalinan.

Ezugha telah mengajukan keluhan resmi ke rumah sakit dan menekankan pentingnya ibu kulit hitam diperlakukan dengan martabat.

Fiona Gibb, direktur kebidanan di Royal College of Midwives, menyebut setiap kesenjangan etnis dalam akses pereda nyeri sama sekali tidak dapat diterima.

>>> Tapir Nyasar di Mesuji Lampung Disembelih Warga, 4 Orang Ditangkap

Gibb menekankan bahwa pengumpulan data yang kuat dan konsisten berdasarkan etnis sangat penting untuk meminta pertanggungjawaban sistem kesehatan dan memperbaiki ketidaksetaraan ini.