Seorang pria tewas setelah membakar dirinya di depan markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (2/7) waktu setempat.

Departemen Kepolisian New York menerima laporan pukul 18.32 waktu setempat mengenai insiden di persimpangan First Avenue dan 42nd Street.

>>> Khutbah Jumat 10 Juli 2026 Angkat Pesan Menjaga Lisan, Diam Disebut Jalan Keselamatan

Korban dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Bellevue. Polisi mengatakan investigasi masih berlangsung dan belum ada motif yang terungkap.

Media AS dan seorang aktivis pro-Tibet mengidentifikasi pria tersebut sebagai Lobga Rangzen, seorang juru kampanye pro-Tibet.

Presiden Kampanye Internasional untuk Tibet, Tencho Gyatso, menyebut Rangzen sebagai pembela Tibet yang tak kenal lelah dan mengabdikan diri untuk meningkatkan kesadaran akan krisis hak asasi manusia di Tibet.

>>> Build dan Combo Terbaik Musashi di Honor of Kings

Menurut Gyatso, Rangzen menentang Undang-Undang tentang Mempromosikan Persatuan dan Kemajuan Etnis yang baru disahkan pemerintah China.

Para pegiat di luar negeri menilai undang-undang itu akan menurunkan hak-hak etnis minoritas seperti Uyghur dan Tibet.

China mengirim pasukan ke Tibet pada 1950 dan sejak itu menganggap dataran tinggi tersebut sebagai bagian integral dari negaranya.

>>> Ronaldo Cetak Sejarah Baru Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kroasia

Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, melarikan diri ke India pada 1959 setelah pasukan China menumpas pemberontakan di Lhasa.