"Khusus untuk program ini, karena tanah sudah disediakan oleh pemerintah, tentu saja ini membuat menjadikan program PLTS ditambah dari battery energy storage system ini menjadi program yang secara ekonomi menjadi sangat kompetitif," tegasnya.

Selain pemanfaatan lahan darat, PLN juga mengoptimalkan potensi waduk milik negara untuk pengembangan PLTS terapung.

Di wilayah Jawa, perseroan telah memetakan sekitar 10.000 hektare area waduk yang berpotensi menghasilkan kapasitas hingga 10 GWp.

Menurut Darmawan, pemanfaatan lahan negara dan waduk ini menjadi bagian dari strategi PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan nasional sekaligus mendorong transisi energi.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor dan meningkatkan pemanfaatan energi domestik yang lebih efisien.

"Tentu saja ini akan memfasilitasi bukan hanya penguatan daya listrik di Pulau Jawa, tapi juga meningkatkan keandalannya.

>>> Pasar Karbon RI Siap Terhubung ke Global, Potensi Rp5 Triliun Terbuka

Ini upaya mengurangi konsumsi BBM impor dan menggantikannya dengan energi domestik, energi yang mahal menjadi lebih murah, dan nanti ada cost saving-nya," pungkas Darmawan.