Menyajikan sayur di awal makan saat anak paling lapar bisa menjadi trik mudah.

>>> OPPO Reno16 5G dan Reno16c 5G Resmi Diluncurkan di India

"Mendorong konsumsi sayuran terlebih dahulu juga membantu anak tidak makan berlebihan," kata Barbara Rolls, profesor ilmu gizi di Pennsylvania State University.

3. Tambah Porsi Makanan yang Lebih Sehat

Sesuaikan rasio makanan dengan mengurangi porsi berkalori tinggi dan menggantinya dengan volume sayuran lebih banyak.

Penelitian membuktikan meningkatkan jumlah buah dan sayur 50% pada piring secara otomatis meningkatkan konsumsi sehat tanpa penolakan.

Penelitian lain menemukan anak prasekolah makan lebih banyak sayur dan lebih sedikit makanan tidak sehat ketika diberi pilihan berbagai jenis sayuran saat makan.

4. Ubah Tampilan dan Estetika Sayuran

Daya tarik visual memegang peranan besar dalam memicu selera makan anak. Memotong buah dan sayur menjadi bentuk unik seperti kupu-kupu, bunga, atau beruang terbukti melipatgandakan daya tariknya.

Menyajikan sayur dalam wadah sekat dengan porsi terukur membuat anak prasekolah makan 36% lebih banyak sayur.

5. Rutin Makan Bersama Keluarga

Orang tua adalah cermin utama bagi anak.

Makan bersama keluarga minimal tiga kali seminggu dikaitkan dengan berat badan lebih sehat, pola makan lebih baik, dan peningkatan kemungkinan anak makan lebih sehat karena meniru kebiasaan baik orang tua.

6. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan tanpa Tekanan

Memaksa anak menghabiskan sayuran justru menurunkan kebahagiaan makan mereka. Sebaliknya, biarkan anak bereksplorasi secara sensorik—menyentuh, mencium, melihat—tanpa tuntutan langsung memakannya.

>>> Junk Journal: Cara Kreatif dan Sederhana Kurangi Sampah Kertas

Pendekatan santai dan bebas tekanan ini terbukti menurunkan neofobia dan membuat anak lebih terbuka mencicipi sayuran di kemudian hari.