Kimia Farma juga berhasil membukukan laba per April 2026 menjadi Rp108 miliar dari posisi rugi Rp160 miliar periode yang sama tahun lalu, pasca restrukturisasi dan capital support DAM.

Semen Indonesia membalik rugi Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar berkat transformasi bisnis oleh DAM.

Investasi Strategis Danantara

Selain mencatat peningkatan kinerja BUMN, Danantara Indonesia mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah investasi strategis yang didanai dari dividen BUMN pada 2025.

Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang.

Beberapa investasi strategis yang telah dijalankan antara lain pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia, serta proyek Waste-to-Energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan dan ketahanan energi.

Seluruh investasi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat.

>>> Kejagung Ungkap Peran Brigjen Lalu dalam Korupsi MBG: Perintahkan Saksi Pasok Ompreng

Sementara itu, Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.