Usai Misi Artemis, NASA Kini Bersiap Bangun Pangkalan di Bulan
Hal tersebut berpotensi menunda peluncuran lander robotik raksasa milik Blue Origin, Blue Moon, yang seharusnya dikirim ke kutub selatan Bulan akhir tahun ini.
>>> Mentri Ekraf dan Wamen UMKM Dorong Brand Lokal Naik Kelas Lewat JxB 2026
Carlos García-Galán, eksekutif program Moon Base NASA, menyiratkan bahwa Blue Moon mungkin akan diluncurkan menggunakan roket lain jika diperlukan.
"Kami sedang melihat opsi lain," ujarnya, dikutip dari CNN.
Kutub selatan Bulan menjadi incaran utama karena diyakini menyimpan cadangan es air yang dapat dikonversi menjadi bahan bakar roket atau air minum.
Di antara mitra NASA, Firefly hingga kini menjadi satu-satunya perusahaan yang berhasil menyelesaikan misi pendaratan secara penuh, setelah wahana Blue Ghost-nya mendarat di dekat ekuator Bulan tahun lalu.
Intuitive Machines juga dua kali menempatkan lander di dekat kutub selatan Bulan, namun keduanya terbalik saat mendarat.
"Jika kamu berada di industri dan bertanya-tanya apakah perlu melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas fasilitas dan jaringan rantai pasok - ini adalah sinyal untuk mengatakan: kami hadir untuk jangka panjang, dan kami sedang membangun pangkalan di Bulan," kata García-Galán dalam konferensi Space Symposium pada April lalu.
Sebagai informasi, misi Moon Base merupakan bagian tak terpisahkan dari program Artemis.
Program Artemis diketahui telah menghabiskan sekitar US$100 miliar sejak awal berdiri, dengan capaian terbaru berupa penerbangan berawak melampaui Bulan pada April lalu.
Dari sisi pendanaan, RUU "Big Beautiful Bill" pemerintahan Trump mengalokasikan sekitar US$10 miliar untuk NASA selama enam tahun.
Namun, sekitar US$2,6 miliar yang semula disiapkan untuk stasiun luar angkasa lunar Gateway justru dialihkan setelah NASA secara tiba-tiba menghentikan proyek tersebut pada Maret lalu, dengan alasan dana lebih baik digunakan untuk infrastruktur langsung di permukaan Bulan.
Para ahli mengingatkan bahwa tantangan teknologi yang dihadapi masih sangat besar.
>>> 10 Negara Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026, AS Terbaru
Hal mendasar seperti penetapan standar waktu di Bulan di mana detik berlalu sedikit lebih cepat dibandingkan di Bumi bahkan belum terpecahkan.
Update Terbaru
Lorenzo Lamas Hampir Resmi Lajang, Jalan Menuju Pernikahan dengan Heather Locklear Terbuka
Kamis / 02-07-2026, 14:50 WIB
Stadion Pakansari Siap Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Kamis / 02-07-2026, 14:50 WIB
Lisa Mariana Dilaporkan Sejumlah Klien Endorse, Dugaan Kerugian Disebut Capai Ratusan Juta Rupiah
Kamis / 02-07-2026, 14:50 WIB
Pasangan di Aceh Dicambuk 21 Kali Akibat Asusila saat Live TikTok
Kamis / 02-07-2026, 14:50 WIB
Witan Sulaeman Antusias Sambut Shin Tae-yong di Persija, Target Akhiri Puasa Gelar
Kamis / 02-07-2026, 14:50 WIB
Harry Kane Tempel Lionel Messi di Daftar Top Skor Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 14:50 WIB
Buat Beli GTA 6, Gamer Indonesia Harus Kerja Dulu 123 Jam
Kamis / 02-07-2026, 14:49 WIB
Kemenperin Pastikan Ketahanan Industri Manufaktur RI Terjaga
Kamis / 02-07-2026, 14:49 WIB
Korban Gempa Venezuela Marah ke Pemerintah Rodriguez, Ini Sebabnya
Kamis / 02-07-2026, 14:49 WIB
7 Ciri Mantan Hanya Ingin Berteman, Jangan Salah Tafsir
Kamis / 02-07-2026, 14:49 WIB
Kejagung Tetapkan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Tersangka Korupsi MBG
Kamis / 02-07-2026, 14:49 WIB
Aldi Taher Tantang Hindia Debat Terbuka usai Bela Kameramen
Kamis / 02-07-2026, 14:47 WIB
Stok Pupuk Subsidi di Jatim Aman, Edukasi Pemupukan Berimbang Terus Digencarkan
Kamis / 02-07-2026, 14:46 WIB
Jaksa: Dokter Tifa Bentuk Persepsi Publik Bahwa Ijazah Jokowi Palsu
Kamis / 02-07-2026, 14:46 WIB






