Artinya, ia tidak bisa kembali mengajukan lisensi selama tiga tahun ke depan dan harus membuktikan rehabilitasi jika ingin kembali berpraktik.

Bagi Victoria, keputusan ini menjadi bentuk keadilan setelah bertahun-tahun memilih diam. Lewat TikTok, ia mengaku sempat ragu apakah suaranya akan didengar.

Namun hasil akhir membuktikan bahwa perjuangannya tidak sia-sia.

Victoria juga mengungkap bahwa setelah insiden itu, ia sempat kembali ke klinik yang sama sekitar 30 kali demi mencoba memperbaiki kondisi wajahnya.

Sayangnya, bekas luka permanen itu tetap membekas.

Video pengakuannya tentang 'kerusakan permanen' pada wajahnya bahkan viral dan ditonton hampir 10 juta kali.

Kini, Victoria berharap kisahnya bisa menjadi pengingat bagi banyak orang untuk lebih berhati-hati memilih tempat perawatan kecantikan.

Ia pun memberi pesan untuk para korban lain agar tidak takut bersuara.

>>> Morbidelli T250X Meluncur, Petualang 250cc Ringan Harga Rp50 Jutaan

Menurutnya, meski prosesnya panjang dan melelahkan, mencari keadilan tetap penting karena sistem bisa bekerja bagi mereka yang berani melapor.