Selain PT Pakerin, dalam pertemuan tersebut Said Iqbal juga menyodorkan sejumlah nama perusahaan di sektor industri tekstil dan manufaktur yang dinilai mendesak untuk diselamatkan demi menghindari gelombang PHK massal.

Beberapa di antaranya adalah PT Riki Grup di Bogor, PT Meyer, hingga PT Granito.

Kendati demikian, Said menggarisbawahi bahwa penalti atau penyaluran pinjaman dari Himbara tetap harus mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan melihat kelayakan produk di pasar (feasible).

BPI Danantara hanya bertindak sebagai pendorong kemudahan regulasi bagi perusahaan yang memiliki prospek cerah.

"Sepanjang sekali lagi semua bantuan dari Danantara feasible, pasar bisa menerima produk mereka.

Jangan sampai seperti keramik yang dipaksakan hidup lagi tapi kalah saing dengan keramik China, itu percuma dikasih modal.

>>> Keterbatasan Anggaran Picu Kreativitas: Penampilan Karakter Cyberpunk 2077 Jadi Bagian Cerita

Beda dengan Pakerin, produksi bubur kertas mereka diserap pasar dalam negeri dan persaingannya tidak terlalu ketat karena mereka salah satu pemain utama," pungkas Said.