Pelaksanaan program itu akan dilakukan dengan pengawasan dari Komdigi agar penerapannya berjalan optimal.

"Kami di Kemensos atas izin Pak Menteri Sosial akan memastikan pelaksanaan program ini bisa dibantu dan di-cover dengan anggaran yang proper.

Ini kan prototype kemudian harus diwujudkan dalam bentuk aplikasi yang sebenarnya," ujarnya.

Kemensos menargetkan seluruh inovasi hasil pengembangan peserta AITF Komdigi dan UB dapat direalisasikan secara penuh pada akhir 2026.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menyebut program AITF merupakan kolaborasi antara Komdigi dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Selain Universitas Brawijaya, program juga melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Gadjah Mada. Masing-masing kampus diberikan fokus pengembangan berbeda sesuai kebutuhan penyelesaian masalah di lapangan.

>>> Flu Parah Sebabkan Bocah 13 Tahun Kehilangan Tangan dan Kaki

"Untuk UB fokus di Sekolah Rakyat yang akan digunakan oleh Kemensos dan bantuan sosial yang nanti akan digunakan oleh Pemprov Jawa Timur," tutup Bonifasius.