“Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah,” kata Agus.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri perbankan menghadapi berbagai dinamika sulit diprediksi, mulai dari pandemi Covid-19, konflik geopolitik global, hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional.

Kondisi tersebut membuat bank tidak bisa lagi menjalankan strategi bisnis secara business as usual.

Agus menambahkan adanya tekanan terhadap biaya dana (cost of fund) perbankan.

Bunga deposito dalam lelang dana antarbank sempat menyentuh level 11,5 persen, yang menjadi sinyal meningkatnya biaya penghimpunan dana.

>>> Happily Day Ajak 1.000 Lansia di Bandung Tetap Aktif dan Percaya Diri

Menghadapi perubahan tersebut, Bank Jakarta menjalankan transformasi di berbagai aspek bisnis, mulai dari penguatan model bisnis, digitalisasi layanan, manajemen risiko, hingga budaya kerja perusahaan.