"Ini bukan tindakan pemberontakan, melainkan tindakan yang lahir dari kecintaan kepada Gereja," kata Pastor Michel Rion.

SSPX memiliki kehadiran aktif di Amerika Serikat dengan kantor pusat di Missouri dan seminari di Dillwyn, Virginia.

Salah satu uskup yang akan ditahbiskan adalah Pastor Michael Goldade, yang memimpin seminari tersebut.

Meski hanya memiliki sekitar 700 imam dan 600.000 pengikut, Paus Leo XIV memandang ancaman terhadap persatuan Gereja ini sebagai persoalan serius.

Gereja Katolik Roma sendiri memiliki sekitar 1,4 miliar umat dan 400.000 imam.

Alasan SSPX Membangkang Vatikan

SSPX menganut interpretasi sangat ketat terhadap tradisi Katolik Roma. Misa mereka menggunakan bahasa Latin dan dipimpin imam yang menghadap altar, membelakangi jemaat.

Perpecahan berakar pada penolakan Lefebvre dan pengikutnya terhadap reformasi Konsili Vatikan II. Kelompok yang dikenal sebagai "Lefebvrist" ini menolak ajaran mengenai kebebasan beragama, ekumenisme, dan pembaruan tata peribadatan.

Kaum Lefebvrist berpendapat bahwa mereka harus menahbiskan uskup tanpa persetujuan Paus karena Gereja saat ini dalam "keadaan darurat" akibat gagasan liberal dan modernis.

Menurut mereka, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama.

SSPX baru-baru ini menerbitkan dokumen setebal 28 halaman berjudul *Profesi Iman Katolik* yang diklaim bertujuan "mencerahkan jiwa-jiwa dalam menghadapi berbagai kesalahan modern."

>>> Usai Periksa Dito, KPK Lanjut Panggil Mertuanya Fuad Hasan

"Gereja telah terlalu banyak menyesuaikan diri dengan dunia," kata Rion.