Kepergian Koeman terjadi di tengah suasana yang juga memanas di luar lapangan.

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengungkapkan tiga pemain yang gagal mengeksekusi penalti menjadi sasaran komentar rasis dan ujaran kebencian di media sosial.

Ketiga pemain tersebut ialah Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville. KNVB mengecam keras aksi tersebut dan memastikan akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

"Kami menganggap tindakan ini sangat memuakkan. Setelah laporan diterima, tim hukum akan menilai apakah pernyataan tersebut memenuhi unsur tindak pidana.

Jika memenuhi syarat, kami akan mengajukan laporan resmi kepada Kejaksaan agar penyelidikan pidana dapat dilakukan," tegas KNVB.

Federasi Belanda menilai diskriminasi sama sekali tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola.

"Sepak bola menyatukan jutaan orang dari berbagai latar belakang, sementara diskriminasi justru melakukan hal yang sebaliknya.

Karena itu, tindakan tersebut bertentangan dengan seluruh nilai yang dijunjung tinggi sepak bola."

Kasus ini mengingatkan publik pada insiden serupa yang dialami Marcus Rashford, Bukayo Saka, dan Jadon Sancho setelah gagal mengeksekusi penalti pada final Piala Eropa 2021.

Dalam kasus tersebut, beberapa pelaku akhirnya dijatuhi hukuman penjara setelah terbukti menyebarkan ujaran rasis secara daring.

>>> Jadwal Baru Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Hydration Break Dihapus

Kini, Belanda harus menerima kenyataan pahit sekaligus membuka lembaran baru tanpa Ronald Koeman. Sementara itu, KNVB bersiap mengejar para pelaku rasisme demi melindungi para pemainnya.