Film Supergirl yang dibintangi Milly Alcock sebagai Kara Zor-El gagal memenuhi ekspektasi box office Warner Bros. dan berpotensi menyebabkan kerugian hingga Rp2,1 triliun.

Pada akhir pekan perdananya, film garapan Craig Gillespie ini hanya meraup US$37,1 juta di Amerika Utara, US$25,5 juta di pasar internasional, dan total US$62,6 juta secara global.

>>> Toy Story 5 Diproyeksi Jadi Film Toy Story Terlaris

Angka tersebut jauh dari biaya produksi yang mencapai US$170 juta, ditambah biaya promosi US$120 juta.

Variety melaporkan pendapatan ini menjadi pukulan telak bagi DC Universe yang baru di-reboot oleh James Gunn.

Persaingan Ketat Film Musim Panas

Pembukaan yang lesu terjadi di tengah liburan musim panas, di mana sejumlah film besar siap tayang.

Beberapa di antaranya adalah Minions & Monsters (30 Juni), live-action Moana (10 Juli), The Odyssey karya Christopher Nolan (17 Juli), dan Spider-Man: Brand New Day (31 Juli).

Analis Jeff Bock dari Exhibitor Relations menilai Supergirl bukanlah karakter yang pernah melahirkan film blockbuster besar. "Persepsi penonton terhadap Supergirl tidak bagus.

Film ini tidak cukup bagus untuk menjadi peristiwa besar," ujarnya.

Proyeksi Kerugian

Untuk mencapai titik impas, film sekelas Supergirl perlu mengumpulkan setidaknya US$375 juta, namun sumber internal memperkirakan angka tersebut mendekati US$300 juta.

Supergirl diproyeksikan hanya akan meraup US$100 juta dari domestik dan US$200-210 juta secara global.

>>> Sinopsis The Eternal Fragrance: Perang Buah Ajaib dan Cinta Dua Jiwa Tersisih

Jika prediksi tersebut tercapai, kerugian diperkirakan mencapai US$100-120 juta atau setara Rp1,7-2,1 triliun.

Sumber lain yang akrab dengan keuangan film ini meyakini kerugian akan mendekati US$80-85 juta, dengan asumsi penjualan tiket global minimal US$200 juta.

Kerugian bisa lebih besar jika Supergirl gagal mencapai angka tersebut.

Supergirl menjadi kegagalan besar kedua Warner Bros. tahun ini setelah The Bride!

yang hanya menghasilkan US$23 juta di seluruh dunia dengan anggaran US$90 juta.

Studio sempat untung kecil lewat Wuthering Heights dan The Mummy, namun belum bisa menyamai kesuksesan 2025.

Film ini berlatar saat Kara Zor-El berusia 23 tahun, dikejar musuh yang menembak racun Krypto. Ia bekerja sama dengan Ruthye untuk mengejar pembunuh antargalaksi, Krem, dan bertemu Lobo.

>>> Jelang Prambanan Jazz 2026: Lineup Lengkap dan Harga Tiket

Supergirl tayang di bioskop Indonesia mulai 24 Juni.