Pemerintah Indonesia resmi memulai distribusi bahan bakar B50 ke seluruh SPBU secara bertahap mulai 1 Juli 2026.

B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit dan 50 persen solar fosil, menggantikan B40 yang sebelumnya digunakan.

>>> OPPO Reno 16 Pro Tersedia di Giztop, Harga Mulai $649

Masa transisi diberikan hingga 1 Oktober 2026 agar badan usaha dapat menghabiskan stok B40 lama dan melakukan pencampuran sempurna.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa uji teknis telah dilakukan sejak awal 2025.

Uji coba meliputi enam sektor: otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, pembangkit, dan kereta api.

Uji jalan untuk kendaraan otomotif mencapai jarak tempuh 50.000 kilometer untuk melihat dampak jangka panjang terhadap mesin.

>>> Anak Patrick Kluivert Jadi Sorotan, Justin Kluivert Gagal Penalti saat Belanda Disingkirkan Maroko di Piala Dunia 2026

Aman untuk Mesin, Tapi Perlu Perawatan Ekstra

Prof. Dr. Ir. Tulus Burhanuddin Sitorus dari Universitas Sumatera Utara memberikan tinjauan akademis terkait keamanan B50.

Menurutnya, hasil uji menunjukkan B50 aman untuk sebagian besar parameter teknis, namun pengguna harus waspada terhadap kondisi spesifik kendaraan.

B50 bersifat pembersih yang berpotensi menyumbat filter bahan bakar, sehingga perawatan rutin menjadi wajib bagi pengguna.

>>> Celine Gandeng Reebok, Hadirkan Sneaker Freestyle dengan Sentuhan Mewah

Pemerintah memastikan kualitas B50 sesuai standar saat implementasi penuh nanti, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.