"Langkah safari politik ini diperkuat oleh paling tidak 80 kali blusukan Gibran ke daerah-daerah.

Persaingan semakin intensif karena nafsu politik dan kepentingan elit yang otomatis meninggalkan kepentingan rakyat, terutama ekonomi," katanya.

Dalam analisisnya, peningkatan aktivitas politik para elite dikhawatirkan membuat agenda pembangunan ekonomi kehilangan prioritas.

Padahal, pemerintah masih dihadapkan pada tantangan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal maupun domestik.

Selama Jokowi masih memiliki pengaruh yang kuat di dalam pemerintahan, setiap manuver politik yang dilakukan akan terus menjadi faktor yang diperhitungkan dalam dinamika nasional.

Oleh karena itu, konsekuensi safari politik tersebut diperkirakan tidak hanya terasa pada konstelasi politik menuju 2029, tetapi juga terhadap iklim pemerintahan dan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.

>>> Lebanon Tegaskan Komitmen Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Selatan, AS Beri Respons

Menurut Didik, perkembangan tersebut layak dicermati karena dapat menentukan arah kompetisi politik nasional sekaligus memengaruhi efektivitas pemerintah dalam menjalankan berbagai program strategis hingga menjelang berakhirnya masa pemerintahan saat ini.