Mengapa Ilmuwan Mengawasi Supervolcano yang Gelisah Ini
Sinyal ini menunjukkan struktur berisi cairan yang menghubungkan sumber magma dalam dengan emisi gas di permukaan.
>>> 5 Delegasi Muda ASEAN Gali Potensi AI dan Kolaborasi di 2026
Pemerintah Italia telah mengalokasikan €500 juta untuk langkah-langkah keselamatan, penguatan bangunan, dan infrastruktur evakuasi bagi sekitar 500.000 penduduk yang tinggal di zona merah berisiko tinggi.
Supervolcano Lain yang Dipantau
Campi Flegrei hanyalah satu dari beberapa supervolcano yang berada dalam tahap resurgensi, di mana deformasi tanah dan gempa bumi adalah perilaku normal.
Yellowstone di AS terakhir meletus 640.000 tahun lalu dan kini menunjukkan gempa berkala serta inflasi lantai kaldera.
Long Valley di California terakhir meletus 750.000 tahun lalu dan memiliki aktivitas seismik persisten sejak 1980.
Laguna del Maule di Chili mengalami pengangkatan hingga 30 cm per tahun, sementara Uturuncu di Bolivia menunjukkan pengangkatan regional seluas 1.000 km persegi.
Profesor Shan de Silva dari Oregon State University menggambarkan fase resurgensi sebagai "pesta setelah pesta besar."
Magma segar dari mantel terus memberi makan sistem bawah tanah, menjaga mereka tetap cair dan memungkinkan tanah meregang tanpa retak.
Ancaman utama dari letusan super bukanlah ledakan langsung, melainkan injeksi gas sulfur ke stratosfer yang membentuk selimut aerosol, menghalangi sinar matahari, dan memicu musim dingin vulkanik.
Letusan Toba di Sumatra 74.000 tahun lalu menyemburkan 2.800 km kubik material dan menyebabkan pendinginan global parah.
Penelitian di Long Valley menunjukkan bahwa pergeseran dari ruang magma stabil ke letusan besar bisa terjadi dalam waktu kurang dari setahun.
Jendela 12 bulan ini akan menyisakan sedikit waktu bagi infrastruktur pertanian global untuk beradaptasi sebelum pendinginan memengaruhi panen.
>>> Saham Truth Social Trump Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Masa
Secara statistik, periode ulang letusan super global adalah sekitar sekali setiap 100.000 tahun. Meskipun demikian, pemantauan terus dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda awal aktivitas yang mengkhawatirkan.
Update Terbaru
Canaya, Kopi Inovasi Panas Bumi dari Pertamina Geothermal Energy
Rabu / 01-07-2026, 12:01 WIB
J&T Express Perluas Layanan ke 60 Negara, Bidik Peluang Ekspor UMKM
Rabu / 01-07-2026, 12:01 WIB
Gemini Spark Kini Bisa Otomatiskan Tugas di Mac, Termasuk dari Jarak Jauh
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Cara Cek Status Penerimaan Bansos PKH Rp1,25 Juta yang Cair untuk KPM Baru 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Instrumen Jaga Pertumbuhan Sulut
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Harga Minyak Naik ke US$73,45 usai Iran Tolak Temui Utusan AS
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2,625 Juta per Gram
Rabu / 01-07-2026, 12:00 WIB
Inggris Investasi Rp 7,2 Triliun untuk Gantikan Jet Red Arrows yang Menua
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
Hasil Piala Dunia: Meksiko Kalahkan Ekuador 2-0, Lolos ke 16 Besar
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
Bupati Bangkalan Minta Kematian Sekdin di Bandara Juanda Diusut Tuntas
Rabu / 01-07-2026, 11:57 WIB
KPK: Ketum Pemuda Pancasila Diduga Kuasai Aset Hasil Korupsi Rita Widyasari
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Daftar 7 Tim Negara Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB
Prabowo Klaim Dapur MBG Polri Terbaik, Netizen: Kamu Diketawain Negara Lain
Rabu / 01-07-2026, 11:56 WIB






