Gus Ipul: Sekolah Rakyat Berawal dari Kejujuran soal Anak Putus Sekolah
Berlandaskan hal tersebut, Gus Ipul mengajak para kepala daerah untuk turut mendukung dan berkolaborasi dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat di masing-masing daerah.
Termasuk percepatan pembangunan dan perluasan sesuai target Presiden, yaitu satu kabupaten/kota satu Sekolah Rakyat.
"Ini Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati, satu hal yang penting untuk bisa kita tindak lanjuti bersama-sama.
Saya percaya bahwa para Gubernur, Bupati, Wali Kota ini sangat memahami kondisi objektif masyarakatnya," ungkapnya.
>>> Bahlil Buka Suara soal Peluang Harga Pertamax Turun Pekan Depan
Selain kolaborasi dalam Sekolah Rakyat, Gus Ipul juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Hal ini untuk membuat data semakin akurat sehingga bantuan sosial tepat sasaran.
Gus Ipul menjelaskan DTSEN dikelola oleh BPS, sementara Kemensos dan pemerintah daerah ditugaskan melakukan pemutakhiran data.
Pemutakiran dilakukan melalui dua jalur, yakni formal lewat aplikasi SIKS-NG dan partisipatif melalui aplikasi Cek Bansos, ground check, call center, dan WhatsApp center.
"Saya ingin mengajak pada kesempatan ini, bahwa data itu kita mutakhirkan dan bergantung kepada kita.
Kalau data kita yang dari bawah itu baik, maka ke atasnya juga akan baik.
Kalau datanya dari bawah itu sedikit berantakan, maka keatasnya juga nanti akan ada bias-bias yang luar biasa," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo yang telah menggagas program Sekolah Rakyat.
Dia berkomitmen akan terus mendorong pemerintah kabupaten/kota di Papua untuk menyukseskan Sekolah Rakyat.
Saat ini tengah dibangun Gedung Sekolah Rakyat permanen di tiga titik lokasi Provinsi Papua, yaitu Kabupaten Biak Numfor, Jayapura, dan Sarmi.
"Dengan program Pak Presiden melalui Sekolah Rakyat itu membantu pemerintah Provinsi Papua untuk mendorong semua anak-anak Papua bisa dapat layanan pendidikan dengan baik.
Tentunya program ini kami akan kawal biar segera dibangun di tahun 2026-2027, dan mungkin seterusnya nanti ada beberapa titik lagi," kata Mathius.
Turut hadir pada pertemuan ini Kepala Bapperinda Provinsi Papua Jimmy Albertho Yosaphat Thesia, Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Djong H. W.
>>> Istana Pastikan Latihan Militer Kopdes Merah Putih Tetap Berjalan
Makanuay, Asisten I Bupati Solok Selatan Efi Yandri, dan pejabat terkait lainnya.
Update Terbaru
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Roy Suryo Bantah Hubungan dengan Dokter Tifa Retak
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






