Batalnya Pensiun Dini PLTU Cirebon-1: Kegagalan Model Pendanaan Iklim Global?
Di Indonesia, hingga awal 2025, hanya terkumpul sekitar US$1,1 miliar (Rp19,6 triliun).
Padahal, rencana dekarbonisasi kelistrikan Indonesia membutuhkan US$97 miliar (sekitar Rp1.730 triliun) hingga 2030.
Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah kurangnya pelaporan keuangan terintegrasi untuk dana JETP. Ada 50 paket pendanaan terpisah dalam JETP Indonesia, masing-masing dengan instrumen keuangan dan kerangka akuntansi sendiri.
Pakar hukum iklim internasional Lukas Bogner mengatakan model pendanaan semacam ini menciptakan lapisan birokrasi kompleks yang harus dihadapi negara penerima.
Beban Utang dan Risiko Investasi
Mengakhiri sebuah PLTU batu bara membutuhkan proses pembelian kembali kontrak eksisting, kompensasi kepada investor, dan renegosiasi berbagai perjanjian hukum.
Listrik yang sebelumnya dihasilkan juga harus digantikan, sehingga ongkos membengkak. Investor membenci risiko semacam ini, sehingga sebagian besar biaya akhirnya ditanggung negara.
>>> Mojtaba Khamenei Muncul Lagi, Tuntut Pemimpin AS dan Israel Ditangkap
Gagasan dana publik bisa "membuka" investasi swasta menghadapi masalah klasik. Modal swasta berlabuh di tempat dengan keuntungan tertinggi dan risiko terendah.
Investor di London dan New York menuntut tingkat pengembalian tinggi dari negara seperti Indonesia, tetapi enggan menghadapi rumitnya regulasi lingkungan, keterlibatan perusahaan negara, dan fluktuasi industri batu bara.
Selain itu, JETP berpotensi menambah utang Indonesia. Dari total komitmen US$21,4 miliar, hanya sekitar 2,6% yang berupa hibah tanpa bunga.
Sebagian besar berbentuk pinjaman komersial berbunga.
Dengan kata lain, Indonesia diminta menambah utang untuk menonaktifkan aset batu bara yang masih menghasilkan pendapatan negara dan lapangan kerja.
Pada saat yang sama, Indonesia juga harus membeli listrik energi terbarukan dari perusahaan swasta.
Seperti dikatakan salah satu narasumber penelitian, ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga: pertama diwajibkan menutup sistem lama, kedua harus membeli listrik dari sistem baru.
Update Terbaru
Mbappe Cetak Brace, Samai Rekor Gol Messi saat Prancis Libas Swedia
Rabu / 01-07-2026, 10:11 WIB
Apakah Samsung Galaxy A57 5G Cepat Panas dan Lag? Ini Jawabannya
Rabu / 01-07-2026, 10:10 WIB
Solar dengan Kandungan Sawit 50 Persen Resmi Diberlakukan
Rabu / 01-07-2026, 10:10 WIB
17 Ribu Platform Belum Lapor PP Tunas, Akun-akun Terancam Dihapus
Rabu / 01-07-2026, 10:10 WIB
Hasil Piala Dunia Hari Ini: Prancis Singkirkan Swedia, Haaland Antar Norwegia ke 16 Besar
Rabu / 01-07-2026, 10:08 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 2 - 5 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:07 WIB
Veteran Baldur's Gate 2 Tolak Tawaran Garap Baldur's Gate 4
Rabu / 01-07-2026, 10:00 WIB
Keyboard Edisi Ghost in the Shell dari IQUNIX, Perpaduan Estetika Cyberpunk dan Performa Gaming
Rabu / 01-07-2026, 10:00 WIB
Chicago Cubs Kalahkan San Diego Padres dengan Walk-Off Single Seiya Suzuki
Rabu / 01-07-2026, 10:00 WIB
Paus Leo XIV Desak Kelompok Katolik Pembangkang Batalkan Penahbisan Uskup
Rabu / 01-07-2026, 09:57 WIB
Produser Will Trent Ungkap Alasan Kematian Amanda Wagner di Musim 4
Rabu / 01-07-2026, 09:57 WIB
Kematian Daveigh Chase Akibat Komplikasi AIDS, Kata Pemeriksa Medis
Rabu / 01-07-2026, 09:57 WIB






