Militer Israel Soraki Netanyahu, Desak Mundur di Tengah Tekanan Politik
Gelombang penolakan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin meluas. Kali ini, suara ketidaksukaan datang dari lingkungan militer Israel.
Netanyahu disoraki dan didesak mundur saat menghadiri upacara kelulusan perwira tempur di pangkalan militer Bahad 1, Israel Selatan, Kamis (25/6/2026).
>>> Tanpa Roy Suryo, Dokter Tifa Sendirian Jalani Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Momen itu terjadi ketika ia tengah menyampaikan pidato di hadapan para lulusan sekolah pelatihan perwira.
Dikutip dari Yedioth Ahronoth, teriakan yang meminta Netanyahu mundur terdengar dari lokasi acara saat sang perdana menteri masih berbicara di podium.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengklaim negaranya sedang berada di puncak perang regional dan berhasil mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.
Ia juga menyatakan Israel mampu menghancurkan 'penghalang rasa takut' serta menunjukkan kekuatan militernya.
Namun, pidato tersebut justru diwarnai teriakan penolakan yang memperlihatkan meningkatnya tekanan politik terhadap pemimpin Israel tersebut.
Tekanan dari Dalam dan Luar Negeri
Peristiwa di lingkungan militer itu terjadi di tengah demonstrasi yang terus berlangsung di sejumlah kota di Israel.
Ribuan warga menuntut digelarnya pemilihan umum lebih awal dan menuding pemerintahan saat ini gagal mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
>>> India Ubah Ekskavator Diesel 650 Ton Jadi Listrik, Retrofit Lebih Unggul?
Netanyahu juga mendapat tekanan dari luar negeri.
Media Israel Channel 12 melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump disebut berupaya mendorong lahirnya pemerintahan baru di Israel.
Laporan tersebut menyebut sejumlah pejabat menilai pemerintahan saat ini terlalu dipengaruhi kelompok garis keras sehingga tidak lagi sejalan dengan kepentingan strategis AS.
Hal itu terutama setelah berulang kali terjadi perbedaan pandangan terkait Iran.
"AS telah menyatakan keprihatinan tentang kelompok garis keras dalam pemerintahan saat ini dan berupaya membangun basis dukungan populer baru sebelum pemilihan umum Israel," demikian laporan Channel 12.
Di sisi lain, hasil jajak pendapat menunjukkan posisi politik Netanyahu semakin tertekan.
Survei memperlihatkan blok oposisi berpotensi menguasai 61 kursi parlemen jika pemilu digelar saat ini, sementara koalisi pendukung hanya memperoleh 49 kursi.
>>> May Ling, 'Thickest Teen', Sebut BBL Ketiga sebagai Investasi, Tak Khawatir Risiko
Dengan tekanan dari jalanan, lingkungan militer, hingga sekutu terdekat seperti AS, Netanyahu dinilai menghadapi salah satu ujian politik terberat sejak perang di Gaza.
Update Terbaru
Pemerintah Siapkan 'Surga Investor' Baru di Indonesia, RUU Pusat Keuangan Internasional Resmi Masuk DPR
Jumat / 03-07-2026, 10:11 WIB
Gen Z Tinggalkan Hubungan Nonchalant, Kini Beralih ke Tren Chalant
Jumat / 03-07-2026, 10:11 WIB
Taylor Swift Gelar Makan Malam Gladi Resik, Tamu Selebriti Berdatangan
Jumat / 03-07-2026, 10:11 WIB
Cara Cek Daftar Nominal Bantuan PKH Terbaru dan Jadwal Pencairan 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:07 WIB
PLTS dan BESS: Solusi Efektif Kurangi Beban Listrik Kota pada 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:06 WIB
Setelah Indonesia, TikTok PHK 300 Karyawan di Eropa
Jumat / 03-07-2026, 09:56 WIB
Mobil Diesel Lawas Bisa Minum Solar B50? Ini Kata Pakar ITB
Jumat / 03-07-2026, 09:56 WIB
Trailer Inggris Grow Up Show -Sunflower Circus- Rilis, Umumkan Cast dan Dub Hari yang Sama
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
Tougen Anki: Nikko Kegon Falls Arc Umumkan Pengisi Suara Brigade Oni
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
WNBA Umumkan Pemain Starter All-Star 2026, Paige Bueckers Pimpin Suara
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
Phoenix Mercury Jamu Seattle Storm dalam Laga Wilayah Barat
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Ticketmaster Alami Gangguan Teknis di Tengah Pengungkapan Pembicaraan dengan Trump
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Peringatan Dini: Arus Atlantik Melambat, Ilmuwan Khawatir Titik Kritis Iklim
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Ghana Hadapi Kolombia di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB






