Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) menjadi solusi efektif untuk menurunkan beban listrik kota pada tahun 2026.

Kedua teknologi ini memungkinkan penyimpanan energi matahari untuk digunakan saat puncak permintaan listrik.

>>> Setelah Indonesia, TikTok PHK 300 Karyawan di Eropa

Cara Kerja PLTS dan BESS

PLTS mengubah sinar matahari menjadi listrik, sementara BESS menyimpan kelebihan energi untuk digunakan di malam hari atau saat cuaca mendung.

Dengan integrasi keduanya, kota dapat mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik konvensional yang boros bahan bakar.

Pemerintah dan pelaku industri mulai mengadopsi sistem ini untuk menekan biaya operasional dan emisi karbon.

>>> Mobil Diesel Lawas Bisa Minum Solar B50? Ini Kata Pakar ITB

Penerapan PLTS dan BESS di perkotaan diperkirakan mampu memangkas beban puncak listrik hingga 30 persen.

Investasi awal yang tinggi menjadi tantangan, namun penghematan jangka panjang dinilai sepadan.

Beberapa kota di Indonesia telah mulai menguji coba sistem ini sebagai bagian dari transisi energi bersih.

>>> Trailer Inggris Grow Up Show -Sunflower Circus- Rilis, Umumkan Cast dan Dub Hari yang Sama

Dengan dukungan regulasi dan insentif, adopsi PLTS dan BESS diprediksi semakin meluas pada 2026.