Tiga Peserta Latsarmil KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Program Dihentikan
Program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kembali memakan korban.
Tiga peserta dilaporkan meninggal dunia selama pelatihan yang berlangsung pada Juni 2026.
>>> KPK Geledah BPK Sumsel, Dokumen Perubahan Opini WDP ke WTP Disita
Korban terbaru adalah Novia Rahmadhani Sihotang yang meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026.
Sebelumnya, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada 17 Juni 2026 di Baturaja dan Anisa Muyassaroh meninggal pada 18 Juni 2026 di Balikpapan.
Kepala Biro Informasi Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait menyebut Novia meninggal akibat tuberkulosis saat mengikuti pelatihan di fasilitas TNI di Jakarta.
Pelatihan selama 45 hari ini diikuti sekitar 35.000 peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi pengelola KDMP dan KNMP.
Desakan Penghentian dan Investigasi
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mempertanyakan klaim pemerintah bahwa seluruh peserta telah lolos tes kesehatan.
Ia mendorong pembentukan tim independen untuk menyelidiki penyebab pasti kematian para peserta.
>>> Cara Cerdas Memilih Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA Terpercaya di 2026
Usman juga mendesak program latsarmil dihentikan. Menurutnya, pelatihan militer tidak relevan dengan kompetensi pengelola koperasi yang lebih membutuhkan kemampuan manajerial dan bisnis.
Pakar kebijakan publik Universitas Gadjah Mada, Agustinus Subarsono, menilai model pelatihan militer berpotensi mengubah tata kelola koperasi yang partisipatif menjadi sistem komando satu arah.
Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyampaikan keprihatinan mendalam.
Ia menekankan bahwa fokus pelatihan seharusnya pada manajemen koperasi, bukan latihan fisik berat yang membahayakan keselamatan.
TB Hasanuddin juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan yang ketat. Ia mendesak peninjauan ulang mekanisme seleksi, intensitas latihan, dan pengawasan medis selama kegiatan.
>>> 3 Kendala Utama Pencairan Dana Bansos PKH BPNT 2026 dan Cara Mengatasinya
"Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Program yang bertujuan membangun kapasitas SDM tidak boleh mengorbankan aspek kesehatan dan keamanan peserta," ujar TB Hasanuddin.
Update Terbaru
AS Cabut Larangan Ekspor Fable 5 dan Mythos 5 Anthropic
Rabu / 01-07-2026, 15:20 WIB
Pimpinan BSI Area Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Verbal, Karyawati Mengaku Alami Tekanan Psikologis
Rabu / 01-07-2026, 15:16 WIB
Usai Perpanjang Kontrak, Eksel Runtukahu Kirim Pesan Tegas ke Jakmania
Rabu / 01-07-2026, 15:15 WIB
Jang Yoon Jung Buka Suara Usai Ibu Kandung Terseret Kasus Dugaan Penipuan Investasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Giselle dan Ningning Aespa Tunjukkan Tindik Pusar Serasi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Polri Kawal Isu PHK, 4.216 Buruh Diklaim Bisa Kerja Lagi
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
BPS Catat Harga Oli dan Bensin Jadi Pendorong Inflasi Juni 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Bos Maktour Tak Hadiri Pemeriksaan KPK karena di Luar Negeri
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Suku Bunga Naik, Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas
Rabu / 01-07-2026, 15:14 WIB
Siapa Anak dan Istri Dadi Yudistira? Eks Gitaris Superglad yang Meninggal Dunia, Bukan Orang Sembarangan?
Rabu / 01-07-2026, 15:13 WIB
Penyebab Kematian Daveigh Chase Terungkap, Komplikasi AIDS Jadi Penyebab Utama
Rabu / 01-07-2026, 15:11 WIB
Anna Dawson, Pemeran Violet di Keeping Up Appearances, Meninggal di Usia 88
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
NASA Janji Terbangkan Bola ke Bulan Jika Timnas AS Juara Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB
PDIP: Putusan MK Hentikan Wacana Pilkada Lewat DPRD
Rabu / 01-07-2026, 15:10 WIB






