Jepang dan China Saling Protes soal Militer dan Pengeboran Laut
Hubungan Jepang dan China kembali memanas setelah kedua negara saling melayangkan protes terkait isu keamanan dan aktivitas di Laut China Timur.
Pemerintah Jepang pada Rabu menyampaikan protes resmi kepada China atas penempatan unit pengeboran lepas pantai bergerak di Laut China Timur yang diduga digunakan untuk eksplorasi lapangan gas baru.
>>> Beras Fortifikasi Siap Masuki Pasar Komersial, Didukung Ritel dan Industri
Tokyo menilai langkah tersebut merupakan tindakan sepihak yang berpotensi memperburuk ketegangan di wilayah yang batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan landas kontinennya belum ditetapkan secara resmi oleh kedua negara.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan pemerintah telah mengonfirmasi bahwa China menambatkan dan memasang unit pengeboran tersebut di sisi barat garis tengah yang selama ini digunakan sebagai batas tidak resmi antara kedua negara di Laut China Timur.
Menurut Kihara, Penjaga Pantai Jepang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan navigasi bagi kapal-kapal yang beroperasi di sekitar lokasi pemasangan fasilitas tersebut.
“China terus melakukan kegiatan pengembangan secara sepihak meskipun Jepang berulang kali menyampaikan protes. Hal ini sangat disesalkan,” kata Kihara dalam konferensi pers di Tokyo.
Jepang juga mendesak Beijing untuk kembali melanjutkan perundingan guna merealisasikan kesepakatan tahun 2008 mengenai pengembangan sumber daya bersama di Laut China Timur.
Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan protes diplomatik telah disampaikan kepada China sejak Senin lalu.
China Kecam Revisi Dokumen Keamanan Jepang
Di sisi lain, China juga melayangkan kritik terhadap kebijakan keamanan Jepang.
Beijing menyatakan keprihatinan atas proposal revisi dokumen keamanan yang diadopsi Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di Jepang.
>>> Neymar Siap Tampil Lawan Skotlandia, Ancelotti Umumkan Kabar Baik
Update Terbaru
Prancis Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Bantai Swedia 3-0
Rabu / 01-07-2026, 06:25 WIB
VW ID. Tiguan Bukan Sekadar Facelift ID.4, Ini Bedanya
Rabu / 01-07-2026, 06:25 WIB
Masalah Keuangan, VW Didorong Jual Ducati Saat Gacor di MotoGP
Rabu / 01-07-2026, 06:25 WIB
Daftar 6 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 06:25 WIB
Fakta-Fakta Vonis Kasus Laptop Nadiem Makarim
Rabu / 01-07-2026, 06:25 WIB
IHSG Diramal Merah di Awal Juli, Analis Beri Rekomendasi Saham
Rabu / 01-07-2026, 06:24 WIB
Toy Story 5 Diproyeksi Jadi Film Toy Story Terlaris
Rabu / 01-07-2026, 06:24 WIB
Sennheiser Luncurkan Earbud Clip-On Pertama dengan Driver 12mm dan LDAC
Rabu / 01-07-2026, 06:07 WIB
Yoon Eun Hye 'Coffee Prince' Ungkap Rahasia Diet, Tubuh Kencang di Usia 41
Rabu / 01-07-2026, 06:07 WIB
ESA Sebut Server Minecraft Pribadi Ilegal, Upaya Stop Killing Games Kembali Gagal
Rabu / 01-07-2026, 06:05 WIB
ESA Sebut Server Minecraft Pribadi Ilegal, RUU Stop Killing Games Gagal di California
Rabu / 01-07-2026, 06:05 WIB
Moral Ambiguity dalam Grave Seasons: Tidak Ada Jawaban Benar dalam Plot Pembunuhan Supernatural
Rabu / 01-07-2026, 06:00 WIB
Moral Ambiguity dalam Grave Seasons: Tidak Ada Jawaban Benar di Plot Pembunuhan Supernatural
Rabu / 01-07-2026, 06:00 WIB
Ecuador Adukan Gangguan Suporter Meksiko ke FIFA
Rabu / 01-07-2026, 06:00 WIB






