Munas NU 2026 Desak Perlindungan Data Pribadi, Larang Akses Negara Lain
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) 2026 merekomendasikan pemerintah untuk melarang negara lain mengakses data pribadi warga Indonesia secara bebas.
Anggota komisi, KH Aniq Nawawi, menegaskan pemerintah sebagai pemilik pusat data nasional bertanggung jawab menjaga data agar tidak bocor ke pihak lain.
Menurut Gus Aniq, data pribadi termasuk rahasia personal yang harus dilindungi. Pihak yang diizinkan mengakses data juga wajib menjaganya agar tidak tersebar.
Data Pribadi sebagai Harta Nonfisik
Komisi Bahtsul Masail Maudhuiyah merujuk pada Pasal 4 UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi yang membedakan data spesifik dan data umum.
Data spesifik meliputi biometrik, genetika, dan catatan kejahatan. Data umum mencakup nama, jenis kelamin, agama, status perkawinan, dan kombinasi data yang mengidentifikasi seseorang.
Gus Aniq menjelaskan pemikiran Imam As-Syafi'i tentang definisi harta yang kini bergeser dari fisik ke nonfisik, seperti hak merek dagang dan hak intelektual.
Data pribadi dapat dikategorikan sebagai al-mal al-ma'nawi atau harta nonfisik yang menjadi basis data bagi pengendali data pribadi.
>>> Mystikal Dilaporkan Meludahi Korban Pemerkosaan dan Memaksanya Berdoa Sebelum Menyerang
Atas dasar itu, pengendali data pribadi wajib melindungi data konsumen sebagai realisasi hifzhul mal dalam maqashid syariah.
Data pribadi yang tidak bernilai komersial pun tetap wajib dilindungi karena berkaitan dengan martabat manusia.
Forum juga merumuskan bahwa penguasaan data pribadi tanpa kerelaan (ghairu ridha) dan tanpa mekanisme benar adalah perbuatan ghasab yang dilarang Islam.
Jika pihak yang melakukan ghasab memproses data dan meraih keuntungan besar, hal itu melanggar UU Perlindungan Data Pribadi dan perlu sanksi hukum.
>>> Klasemen Grup J Piala Dunia: Messi Bikin Argentina Tak Terkejar
Munas NU 2026 digelar di Pondok Pesantren Al Falah Kediri pada 20-22 Juni 2026. Penutupan dijadwalkan di Bangkalan pada 23 Juni 2026 dengan rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto.
Update Terbaru
Nekat! Windows 11 Berhasil Berjalan Stabil di PC Berusia Lebih Dari 20 Tahun
Rabu / 01-07-2026, 09:50 WIB
James Kennedy dari 'Vanderpump Rules' Bertunangan dengan Jordan Meyers
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mahfud MD: Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Sudah Saya Duga
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Mbappe Samai Messi, Prancis Melesat ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir, KNVB Tempuh Jalur Hukum Lawan Rasisme
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Amerika Enggan Cairkan Dana Beku Iran US$6 Miliar, Sebut Tak Sesuai Perjanjian
Rabu / 01-07-2026, 09:49 WIB
Chris Brown Diperintahkan Bayar Rp13 Miliar Akibat Serangan Anjing
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Jadwal Baru Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Hydration Break Dihapus
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Prabowo Sematkan Tanda Kehormatan Samkaryanugara ke 2 Satker dan 10 Polda
Rabu / 01-07-2026, 09:45 WIB
Pernikahan Taylor Swift di MSG: Biaya Polisi Capai Rp2,5 Miliar
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Hujan Lebat dan Badai Petir Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Piala Dunia 2026 Buktikan Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
Buruh Tolak Kemasan Rokok Polos: Bukan Solusi Tapi Masalah Baru
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB
KPK Sita Aset Ketum Pemuda Pancasila Japto Terkait Kasus Rita
Rabu / 01-07-2026, 09:42 WIB






