Satgas PRR Dorong Percepatan Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Langkah ini bertujuan agar lahan sawah dapat segera dikelola kembali oleh petani dan mendukung ketahanan pangan regional.
>>> Kemenag Tetapkan Penerima PIP Madrasah Tahap I 2026
Berdasarkan data per 22 Juni 2026, Sumatera Barat mencatat progres rehabilitasi tertinggi mencapai 97,56 persen.
Sumatera Utara berada di angka 58,88 persen, sementara Aceh baru memulihkan 47 persen atau 14.799 hektare dari total 31.464 hektare lahan rusak.
Anggaran dan Instruksi Percepatan
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemulihan area persawahan menjadi prioritas utama.
Menurutnya, percepatan sangat penting mengingat skala kerusakan yang masif mempengaruhi produktivitas dan ekonomi lokal.
Pemerintah pusat telah menyalurkan dukungan finansial melalui Kementerian Pertanian sebesar Rp877,126 miliar untuk program rehabilitasi.
Anggaran ini ditambah alokasi tambahan Rp2,6 triliun guna memastikan pemulihan berjalan lancar.
Tito mengapresiasi daerah yang bergerak cepat, namun juga menginstruksikan wilayah yang masih terkendala administratif untuk memangkas birokrasi tanpa mengabaikan akuntabilitas.
>>> Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
Instruksi itu disampaikan dalam rapat koordinasi evaluasi pascabencana hidrometeorologi di Kantor Gubernur Aceh pada Selasa (9/6/2026).
"Pak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) minta tolong kepada saya agar kepala dinas pertanian betul-betul memanfaatkan anggaran yang telah disalurkan Kementerian Pertanian," kata Tito.
Ia meminta daerah yang lambat karena alasan studi untuk segera mempercepat proses operasional di lapangan. "Ada daerah yang sudah jalan.
Ada juga yang lambat karena masih studi. Bagus untuk akuntabilitas, tetapi tolong agak cepat karena para petani menginginkan cepat.
Kami juga sudah dorong anggarannya," ujar Tito.
Pemerintah pusat bersama Kementerian Pertanian memastikan kesiapan skema pemulihan dan ketersediaan anggaran yang memadai.
"Pak Menteri Pertanian sudah menyalurkan lebih dari Rp800 miliar dan sekarang mendapat tambahan Rp2,6 triliun.
>>> Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Jadi persoalan persawahan sebetulnya tidak menjadi masalah apabila pelaksanaannya bisa lebih cepat," pungkas Tito.
Update Terbaru
Ada Berapa Role di MLBB? Ini Penjelasan Lengkap dan Tugasnya
Rabu / 01-07-2026, 12:20 WIB
iQOO Pad 5c Resmi Meluncur dengan Snapdragon 8s Gen 3 dan Baterai 10.000 mAh
Rabu / 01-07-2026, 12:20 WIB
Redmi Luncurkan Headphone Over-Ear Pertama dengan ANC 42dB dan Baterai 72 Jam
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
6 Drakor Terbaru Juli 2026: Comeback Nam Joo Hyuk hingga Lee Dong Wook
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
Ekspresi Marah Suporter Cantik Viral, Ternyata Anak Legenda Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 12:15 WIB
Snapdragon Summit 2026 Digelar September, Ini Bocoran Chip Baru
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Meta dan Komdigi Bentuk Tim Khusus Berantas Spam Link Judi Online
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Potongan Aplikasi 8 Persen, Menhub Jamin Tarif Ojol Tak Berubah
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Ronald Koeman Mundur Usai Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:14 WIB
Blue Dragon Series Awards 2026 Umumkan Daftar Nominasi, Drama dan Variety Show OTT Terbaik Siap Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 12:11 WIB
Ahn Bo Hyun Berburu Kriminal dengan Gaya Mewah Chaebol di Flex x Cop 2
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Creative Director Clair Obscur: Expedition 33 Puji Kingdom Hearts 2 sebagai Action RPG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Meksiko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB
Meksiko dan Prancis Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:07 WIB






