Diabetes Tipe 5 Ditemukan, 20 Juta Orang di Dunia Terkena Dampaknya
Selama ini diabetes dikenal dalam dua tipe utama: tipe 1 yang menyerang sejak usia muda dan memerlukan insulin harian, serta tipe 2 yang lebih umum terkait obesitas dan gaya hidup.
Namun kini, International Diabetes Federation secara resmi mengakui diabetes tipe 5 sebagai jenis baru.
>>> Imperial College London Siap Bantu RI Bangun 10 Kampus Kedokteran dan Sains
Diabetes tipe 5, atau malnutrition-related diabetes, diperkirakan memengaruhi lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia.
Kondisi ini terutama menyerang mereka yang mengalami kekurangan gizi parah pada masa kanak-kanak, khususnya di negara berpenghasilan rendah.
Apa Itu Diabetes Tipe 5?
Berbeda dengan diabetes tipe 1 yang disebabkan serangan autoimun pada pankreas, diabetes tipe 5 terjadi karena pankreas tidak berkembang optimal akibat malnutrisi di awal kehidupan.
Akibatnya, pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup.
Penderita diabetes tipe 5 cenderung memiliki berat badan rendah dan pankreas yang kurang berkembang.
>>> Petrindo Jaya Kreasi Siapkan Dana Rp150 Miliar untuk Pelunasan Obligasi dan Sukuk
Studi pada hewan menunjukkan bahwa diet rendah protein selama kehamilan atau masa kanak-kanak dapat memperlambat pertumbuhan pankreas.
Pengakuan resmi terhadap diabetes tipe 5 menandai tonggak penting dalam klasifikasi medis.
Hal ini menyoroti urgensi investasi dalam pencegahan nutrisi sejak usia dini, terutama di wilayah paling rentan di dunia.
Setiap tipe diabetes memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda.
Tipe 1 memerlukan terapi insulin, tipe 2 dapat diatasi dengan obat oral dan perubahan gaya hidup, sedangkan tipe 5 membutuhkan pendekatan nutrisi yang ketat.
>>> ESSA Optimistis Kinerja Membaik Usai Pabrik Amonia Beroperasi Penuh
Pemahaman yang lebih luas tentang diabetes diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengobatan dan kualitas hidup pasien. Dengan mengenali keragaman jenis diabetes, penanganan dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Update Terbaru
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Ekuador Protes Gangguan Suporter Meksiko di Hotel Timnas
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Lebih dari 150 Orang Terinfeksi Cyclosporiasis di Michigan Tenggara
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Nonsubsidi per 1 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Altos Computing Dorong Adopsi AI untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Promo Kabel USB-C 3-Pack Hanya Rp100 Ribuan, Pas untuk Stok Cadangan
Rabu / 01-07-2026, 08:55 WIB
Sosialis Demokrat Tantang Petahana Demokrat di Primer Colorado
Rabu / 01-07-2026, 08:50 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp809 Miliar, Harta Tak Sampai Segitu
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Betrand Peto Ogah Minta Maaf soal Sindiran di Medsos ke Kubu Sarwendah
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB
Latsarmil Kopdes Diubah, Biaya Rp45 Juta Per Orang Masih Misteri
Rabu / 01-07-2026, 08:49 WIB






