Bank Indonesia Targetkan 200 Pesantren Miliki Usaha Air Minum Kemasan
Bank Indonesia (BI) menargetkan sebanyak 200 pondok pesantren di Indonesia memiliki unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK).
Target itu dicanangkan melalui program Air Berkah Indonesia yang diluncurkan di Jakarta pada Senin (22/6/2026).
>>> Bukayo Saka Kembali Ikuti Latihan Penuh Timnas Inggris
Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian ekonomi lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Selain itu, program ini juga membuka sumber pendapatan baru berbasis potensi lokal.
Program Unggulan Transformasi UMKM
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa pengembangan usaha AMDK merupakan salah satu program unggulan dalam Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu.
Program itu dijalankan bersama kementerian dan lembaga terkait.
"Salah satunya yang berhasil adalah air minum dalam kemasan. Dibor, pH-nya yang bagus, kemudian dibotoli, didoakan berkah-berkah-berkah, insyaallah itu berkah dunia," kata Perry Warjiyo.
Dari sekitar 36 ribu pondok pesantren di Indonesia, baru sekitar 1.500 pesantren yang telah mendapatkan pembinaan dari BI.
>>> Aktor Breaking Bad Giancarlo Esposito Dikabarkan Mualaf saat Syuting di Arab Saudi, Benarkah?
"Yang kami bina adalah sekitar 1.500 pondok pesantren yang sudah mereka mandiri secara ekonomi," ujar Perry.
BI ingin memperluas jumlah tersebut agar unit usaha produktif berbasis sumber daya lokal dapat memenuhi kebutuhan konsumsi internal pesantren.
Hasil produksi juga bisa menjadi produk komersial bagi masyarakat sekitar.
"Minimal untuk memenuhi kebutuhan pesantrennya yang 2.000 enggak perlu beli air minum, bahkan lebihnya dijual di sekitarnya, di toko-toko," kata Perry.
>>> Keponakan Trump Sebut Kesehatannya Memburuk Drastis
Keberadaan unit usaha ini dinilai mampu menekan biaya operasional pesantren dan menciptakan sumber pemasukan berkelanjutan. Program akan diawali melalui skema pelatihan kewirausahaan serta pendampingan peningkatan kapasitas keterampilan usaha.
Update Terbaru
Meksiko Unggul 2-0 atas Ekuador di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Sensus Ekonomi 2026 Siap Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Secara Utuh
Rabu / 01-07-2026, 10:50 WIB
Prabowo Puji 1.000 SPPG Polri: Dapur MBG Terbaik
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Mahfud MD Sebut Vonis Anak Buah Jadi Pintu Masuk Jerat Nadiem Makarim
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Dianugerahi Medali Kehormatan Polri di Hari Bhayangkara ke-80
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
PDIP Kirim Surat ke BGN Minta Data Dugaan Keterlibatan Kader di Program MBG
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Prabowo Soroti Peran Besar Polri di Ketahanan Pangan, Sebut Gudang Jagung hingga Desa Jadi Bukti Nyata
Rabu / 01-07-2026, 10:49 WIB
Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Terintegrasi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo di HUT Bhayangkara: Demokrasi Jangan Dibajak Orang Banyak Uang
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
Prabowo Ingatkan Polri: Rakyat Masih Derita Kemiskinan Akibat Korupsi
Rabu / 01-07-2026, 10:45 WIB
3 Contoh Karangan Bahasa Jawa tentang Liburan ke Pantai, Kolam Renang, dan Rumah Nenek
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Microsoft Tingkatkan Keamanan Bot di Teams, Kini Lebih Pintar Mendeteksi Bot Mencurigakan
Rabu / 01-07-2026, 10:43 WIB
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB
Rel Trem di Jerman Meleleh Akibat Suhu Ekstrem 41 Derajat Celsius
Rabu / 01-07-2026, 10:42 WIB






