AS dan Iran Sepakati Memorandum Perdamaian, Pembicaraan di Swiss Tertunda
Amerika Serikat dan Iran telah menyelesaikan penyusunan draf nota kesepahaman (MoU) pada Minggu (14/6) sebagai langkah awal menuju kesepakatan damai yang lebih komprehensif.
Proses mediasi melibatkan sejumlah negara, termasuk Pakistan dan Qatar, dan menjadi salah satu perkembangan geopolitik paling penting pada pertengahan 2026.
>>> Pemkot Surabaya Dorong Industri Kreatif Lewat Surabaya Fashion Festival 2026
Draf memorandum tersebut menyepakati penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon.
Para pihak berkomitmen untuk tidak memulai perang atau operasi militer, menahan diri menggunakan kekuatan, serta menjamin integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon.
Isi Memorandum
Kesepakatan memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.
Amerika Serikat berjanji akan mencabut blokade angkatan laut dan semua gangguan terhadap Iran dalam waktu 30 hari.
Selain itu, AS bersama mitra regional akan mengembangkan rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran dengan dana sedikitnya 300 miliar dolar AS (sekitar Rp5.353 triliun).
>>> Pramono: Pilah Sampah Kurangi Volume Sampah ke Bantar Gebang
Dalam isu nuklir, AS berjanji mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran, sementara Iran menegaskan tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.
Kedua negara sepakat menyelesaikan penanganan stok bahan yang telah diperkaya melalui mekanisme yang akan disepakati.
Sambil menunggu kesepakatan akhir, AS dan Iran sepakat mempertahankan status quo: Iran tidak mengubah program nuklirnya, dan AS tidak memberlakukan sanksi baru atau mengerahkan pasukan tambahan di kawasan.
Pembicaraan Swiss Tertunda
Meskipun ada kemajuan, implementasi kesepakatan masih menghadapi tantangan besar akibat konflik yang berlangsung di Lebanon dan ketegangan antara Israel dan Hizbullah.
>>> Gerak Jalan Sarungan di Tangerang Perkuat Akhlak dan Ekonomi Warga
Pembicaraan lanjutan yang direncanakan di Swiss mengalami penundaan, namun belum ada pernyataan resmi mengenai jadwal baru.
Update Terbaru
Mengapa Laporan Hasil Observasi Harus Objektif? Ini 5 Alasannya
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Gandeng Ulama, Pemkot Surabaya Targetkan Cakupan Imunisasi Anak Tembus 90 Persen
Rabu / 01-07-2026, 13:01 WIB
Kata-kata Didier Deschamps ke Kylian Mbappe Bawa Prancis Mulus Hampir ke Final Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Deschamps Beri Hormat Khusus Usai Mbappe Bikin Dua Gol ke Gawang Swedia
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vasektomi Tak Ganggu Fungsi Seksual Pria, Ini Penjelasan Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin di Hanoi hingga 2028
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Inggris Siapkan Adu Penalti Hadapi RD Kongo di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Nano Machine Chapter 319 Siap-Siap Panas! Ini Hal yang Perlu Diingat
Rabu / 01-07-2026, 13:00 WIB
Daftar Wilayah Masuk Puncak Musim Kemarau Juli 2026, Waspada Dampaknya
Rabu / 01-07-2026, 12:57 WIB
Beli Tiket ARTJOG 2026 Lewat BRImo, Dapat Diskon 15 Persen
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
DPR Hormati Putusan MK yang Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Rakyat
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Haaland Jadi Pahlawan, Norwegia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Neraca Perdagangan RI Defisit US$1,61 Miliar pada Mei 2026
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB
Cara Cek Tilang Elektronik ETLE Online via HP, Jangan Sampai STNK Diblokir
Rabu / 01-07-2026, 12:56 WIB






