Aliansi Masyarakat Jakarta Siap Long March Dukung Keberlanjutan MBG
Aliansi Masyarakat Jakarta menyatakan siap menggelar aksi damai dan long march pada Senin (22/6) untuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
>>> Film China "Dear You" Tayang Perdana di London Sebelum Rilis di Inggris
Aksi akan dimulai pukul 14.00 WIB dan diperkirakan melibatkan sekitar 50 ribu peserta dari berbagai wilayah di DKI Jakarta.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Aksi, Edy Marzuki, kepada media di Jakarta, Minggu.
"Kami dari Aliansi Masyarakat Jakarta pada hari Senin akan melakukan long march dan aksi damai bersama kurang lebih 50 ribu masyarakat dari seluruh penjuru Jakarta untuk mendukung program utama Presiden Prabowo agar melanjutkan MBG," kata Edy.
Peserta akan berkumpul di kawasan Patung Kuda, Silang Monas, Jakarta Pusat. Sebelumnya, mereka akan melakukan long march dari depan Kedutaan Besar Amerika Serikat menuju Patung Kuda.
Aliansi mengajak masyarakat yang menilai MBG bermanfaat bagi gizi anak sekolah, penciptaan lapangan kerja, dan keberlangsungan UMKM untuk bergabung.
"Saudara-saudara semua dari seluruh penjuru tanah air yang peduli dengan gizi anak-anak sekolah, lowongan kerja, dan UMKM untuk hadir bersama kami," ucap Edy.
>>> OJK Sita 41 Aset BPRS GP Terkait Dugaan Tindak Pidana Perbankan Syariah
Selain mendukung MBG, aliansi juga menyuarakan dukungan terhadap penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi.
Massa yang hadir berasal dari berbagai latar belakang profesi, termasuk ibu rumah tangga dan pekerja di ekosistem MBG.
Penyelenggara memohon maaf jika aksi menyebabkan gangguan lalu lintas. "Kami mohon maaf apabila aksi damai besok membuat masyarakat terganggu akibat kemacetan lalu lintas.
Kami mengingatkan peserta untuk tertib," ujar Edy.
Sebelumnya, pada Jumat (19/6), Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan komitmen pemerintah melanjutkan MBG di tengah pembenahan internal Badan Gizi Nasional (BGN).
"Pergantian pimpinan BGN dan proses hukum yang berjalan menunjukkan pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah berani mengevaluasi dan membenahi tata kelola program," ujarnya.
>>> FIM Tolak Banding Aprilia, Bezzecchi Batal Tampil di MotoGP Ceko
Dudung memastikan kendala internal tidak akan menghentikan program yang menjadi hajat hidup orang banyak.
Update Terbaru
MA AS Tolak Perintah Trump Akhiri Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran
Rabu / 01-07-2026, 09:36 WIB
Manuel Neuer Pensiun dari Timnas Jerman Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun soal KLB dan Wabah di UU Kesehatan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Digitalisasi Desa Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Teknologi Buka Peluang Usaha
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Norwegia Kalahkan Pantai Gading 2-1, Haaland Jadi Kunci Kemenangan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Celine Evangelista Ajari Putrinya Salat, Warganet Soroti Status Mualaf Sang Anak
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
4 Zodiak Paling Beruntung pada 1 Juli 2026, Hoki Menanti di Awal Bulan
Rabu / 01-07-2026, 09:35 WIB
Perempuan Disabilitas Berdaya: Karya dari Daerah Tembus Panggung Jakarta
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Aturan Minum Magnesium yang Benar agar Tak Mudah Stres dan Tidur Nyenyak di Usia 30-an
Rabu / 01-07-2026, 09:34 WIB
Psikolog Ungkap Alasan Remaja Sering Membantah, Bisa Jadi Tanda Positif
Rabu / 01-07-2026, 09:10 WIB
Arc Raiders Terapkan Denuvo Anti-Cheat untuk Semua Pemain, Embark Siapkan Pembaruan Lebih Besar
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Game Terakhir dari Art Director Half-Life 2 dan Dishonored Terungkap: Soulslike FPS Pertama di Dunia
Rabu / 01-07-2026, 08:57 WIB
Trump Ungkap Pendapatan Kripto Lebih dari Rp15 Triliun
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB
Mike Tyson Rayakan Ultah ke-60 di Miami, Dunia Tinju Hormati Legenda
Rabu / 01-07-2026, 08:56 WIB






