Migrant Watch Desak Malaysia Usut Tuntas Penganiayaan PMI
Lembaga swadaya masyarakat Migrant Watch mendesak Pemerintah Malaysia untuk mengusut tuntas segala bentuk kekerasan, eksploitasi, perdagangan orang, dan pelanggaran hak yang dialami pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya tiga pekerja asal Aceh yang menjadi korban penganiayaan di Malaysia.
“Kekerasan terhadap pekerja migran dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun,” ujar Triana Dewi Seroja, advokat dan penggiat PMI, dalam konferensi pers Migrant Watch di Jakarta, Jumat.
>>> Migrant Watch Desak Pemerintah Bentuk Satgas Pelindungan PMI
Triana menegaskan bahwa setiap pekerja migran memiliki martabat, hak asasi, dan hak untuk mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, serta perlakuan yang merendahkan kemanusiaan.
Desakan Evaluasi Kebijakan dan Perlindungan
Migrant Watch juga mendesak Pemerintah Malaysia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan, narasi, istilah, dan praktik yang memperkuat stigma terhadap pekerja migran.
Selain itu, mereka meminta Indonesia dan Malaysia memperkuat sistem perlindungan pekerja migran melalui pengawasan efektif, akses pengaduan mudah, pendampingan hukum, dan mekanisme pencegahan kekerasan.
Migrant Watch mendesak pembenahan total tata kelola PMI dari hulu ke hilir, termasuk pemberantasan jaringan pengiriman ilegal, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), percaloan, dan praktik korupsi yang membuat pekerja migran rentan menjadi korban.
>>> BKKBN Sumsel Tekan Fatherless Lewat Program Gemar Ayah Ambil Rapor
Mereka juga meminta Pemerintah Indonesia membentuk Satuan Tugas Nasional Penanganan dan Perlindungan PMI yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan para ahli.
Triana mendesak agar setiap pelanggaran HAM terhadap pekerja migran, terutama yang bersifat sistemik, dibawa ke forum internasional untuk memastikan keadilan bagi korban.
Pada 18 Juni, KJRI Johor Bahru menyatakan terus memberikan pendampingan dan perlindungan kepada tiga PMI asal Aceh yang menjadi korban kekerasan dari pemberi kerja di Johor Bahru, Malaysia.
Video penganiayaan tersebut sempat viral di media sosial.
>>> Ancol Gelar Jakalcer Fest untuk Hidupkan Kembali Pasar Seni
KJRI menyebutkan bahwa pada 17 Juni, kepolisian setempat mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap para korban.
Update Terbaru
Sosok di Balik Mafia Pentol Diduga Terseret Dugaan Penipuan Supplier MBG, Korban Klaim Rugi Rp400 Juta
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Paket Upgrade Red Bull Beri Peningkatan Performa Signifikan di GP Austria
Kamis / 02-07-2026, 18:06 WIB
Montgomery County Umumkan Perubahan Jadwal Libur Hari Kemerdekaan
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Gadi Eisenkot: Kandidat PM Israel yang Jadi Ancaman Terbesar Netanyahu
Kamis / 02-07-2026, 18:05 WIB
Wamen Investasi Ajak Pengusaha Australia Perluas Investasi di Sektor Strategis
Kamis / 02-07-2026, 18:01 WIB
Penjualan Caroline.id Naik 51%, ASLC Percepat Ekspansi dan Branding
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
7 Fakta Wang Zhi One Piece, Bajak Laut Paling Misterius
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
11 Tahanan Polres Kolaka Utara Kabur Usai Jebol Ventilasi Udara
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Pertamina Urus Izin Kapal Pride untuk Lewati Selat Hormuz
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Jadwal Siaran Langsung Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Komisi II DPR Kritik Benny Demokrat soal Isu Pembatasan Usung Capres
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
TOP 35 Program Acara dengan Rating Terbaik Hari ini 3 Juli 2026 ada Arisan yang Salip Lautan Cinta
Kamis / 02-07-2026, 18:00 WIB
Seminggu Tak Membuka Samsung Galaxy Z Flip 7, Saya Justru Menyukainya
Kamis / 02-07-2026, 17:56 WIB






